Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2020 Sulawesi Selatan di Hotel Claro, Kamis (3/12/2020)

Pertemuan Tahunan 2020, Kepala BI: Sulsel Mampu Pertahankan Kinerja Lebih Baik dari Nasional

Kamis, 03 Desember 2020 | 20:29 Wita - Editor: Andi Nita Purnama -

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Dengan Tema “Bersinergi Menjaga Optimisme dan Momentum Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan”, Bank Indonesia (BI) menggelar Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2020 Sulawesi Selatan (Sulsel) di Hotel Claro, Kamis (3/12/2020).

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Perwakilan BI Sulsel, Bambang Kusmiarso, menyampaikan bahwa dalam kondisi tekanan akibat pandemi, Sulawesi Selatan mampu mempertahankan kinerja yang lebih baik dibandingkan nasional. Meski pertumbuhan ekonomi Sulsel pada kuartal ketiga 2020 terkontraksi -1,08 namun masih lebih rendah dibanding nasional yaitu mencapai -3,49.

“Investasi menjadi penahan kontraksi yang lebih dalam. Dari sisi lapangan usaha, infokom dan konstruksi menjadi penahan kontraksi yang lebih dalam,” paparnya.

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan tahun 2020 diperkirakan mengalami deselerasi (tumbuh positif tetapi melemah) seiring dampak pandemi Covid-19. Namun, beberapa sektor ekonomi mampu menahan deselerasi lebih dalam. Dari sisi pengeluaran, yaitu konsumsi rumah tangga dan investasi, dan dari sisi lapangan usaha yaitu pertambangan dan infokom.



“Penahan deselerasi dari sektor pertambangan yaitu karena permintaan hasil tambang nikel yang masih kuat disertai pelaku usaha yang masih optimis dengan target produksi nikel tahunan,” paparnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan bahwa dalam pandemi ini Sulsel bisa survive melalui sektor pangan.

“Pandemi mengajarkan kita bagaimana reformasi birokrasi, mengajarkan kita digitalisasi. Yang membuat kita memaksa untuk berubah bahwa digitalisasi tidak bisa dihindari. Namun perlu di ingat bahwa ada sektor yang tidak bisa digital seperti pertanian dan kelautan. Akan tetapi digital bisa menjadi pendukung tools untuk meningkatkan produksi,” tuturnya.

Wagub Sulsel menekankan bahwa, apa yang dilakukannya ini sebagai bentuk implementasi sila kelima Pancasila. Pemerataan yang berkeadilan. Ia pun mengajak untuk selalu bersinergi untuk pertumbuhan ekonomi di Sulsel.

Sebelumnya, Wagub Sulsel bersama para Gubernur BI Sulsel mengikuti Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2020 secara virtual dengan tema “Bersinergi Membangun Optimisme Pemulihan Ekonomi”.

Dalam arahannya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengharapkan Bank Indonesia untuk mengambil bagian lebih signifikan dalam reformasi fundamental yang kini sedang digulirkan. Ia meminta Bank Indonesia berkontribusi lebih besar dalam menggerakkan sektor riil, mendorong penciptaan lapangan kerja baru, dan membantu para pelaku usaha terutama UMKM untuk bisa kembali produktif.

Menurutnya, banyak pekerjaan rumah yang masih perlu diselesaikan seperti membludaknya pengangguran dan angkatan kerja baru yang membutuhkan lapangan pekerjaan. Walhasil, kata Jokowi, pemerintah berketetapan hati melakukan reformasi struktural membenahi regulasi yang kompleks dan birokrasi yang rumit.

Lebih lanjut, Kepala Negara menyampaikan bahwa upaya penanganan Covid-19 baik sisi kesehatan maupun ekonomi kini mulai membuahkan hasil. Per 3 Desember 2020, kasus aktif Covid-19 di Indonesia lebih rendah dari rerata dunia yakni 12,72 persen berbanding 28,04 persen. Untuk tingkat kesembuhan juga semakin baik yakni mencapai angka 84,02 persen, atau lebih tinggi dari angka kesembuhan dunia 69,56 persen.

Sinyal positif sektor perekonomian juga semakin baik yakni pada triwulan ketiga 2020 perekonomian Indonesia terkontraksi minus 3,49 persen atau lebih baik jika dibandingkan triwulan kedua 2020 yang terkontraksi minus 5,32 persen.

“Artinya telah melewati titik terendahnya, titik balik menuju membaik, tren positif membaik dan dengan momentum ini saya yakin kita akan bergerak lagi ke arah positif di triwulan keempat dan seterusnya,” ujar Jokowi.(*)


BACA JUGA