Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Makassar bekerjasama dengan Motivasi Indonesia menyelenggarakan kegiatan peningkatan kapasitas (capacity building) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) BBPOM di Makassar bertempat di Hotel Same Resort, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Kamis (3/12/2020)
#

BBPOM Makassar Gandeng Motivasi Indonesia Tingkatkan SDM Pegawai

Jumat, 04 Desember 2020 | 12:28 Wita - Editor: Andi Nita Purnama -

BULUKUMBA, GOSULSEL.COM – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Makassar bekerjasama dengan Motivasi Indonesia menyelenggarakan kegiatan peningkatan kapasitas (capacity building) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) BBPOM di Makassar berlokasi di Hotel Same Resort, Kabupaten Bulukumba.

Pelatihan ini bertajuk “SDM BBPOM di Makassar Menghadapi Pandemi Covid-19 untuk Percepatan Perubahan Perilaku dalam Rangka Revolusi Mental”. Kegiatan digelar selama 3 hari sejak Kamis (3/12/2020) malam hingga Sabtu (5/12/2020). Untuk mencegah penyebaran virus covid-19, panitia menerapkan protokol kesehatan. Setiap peserta harus mengenakan masker dan face shield.

Di pembukaan acara, kegiatan dihadiri langsung oleh Kepala Balai Besar POM di Makassar Dr Muhammad Guntur. Pihaknya menyampaikan sambutan dihadapan 155 peserta. Setelah itu, founder Motivasi Indonesia Ir Hamry Gusman Zakaria MM membakar semangat peserta dengan menyampaikan materi “Meningkatkan Kapasitas SDM”. Pemateri kegiatan Ir Hamry Gusman Zakaria MM adalah penulis buku berjudul 5 Pilar Revolusi Mental untuk Aparatur Negara”.

Dosen Tamu di Lemhannas RI ini menceritakan kisahnya saat menyampaikan seminar motivasi diharapan ratusan narapidana Lembaga Pemasyarakatan (LP) Salemba Jakarta.



“Saya memberi motivasi selama 5 jam non stop. Puji syukur kepada Allah SWT, setelah saya menyampaikan motivasi terjadi momen taubat massal para narapidana,” tutur Hamry di Hotel Same Resort, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Kamis (3/12/2020).

Penulis buku national best seller ini menyampaikan, pada 2012 pihaknya memberikan suntikan motivasi kepada para warga binaan lapas agar setelah mereka setelah saya bebas dari penjara bisa menjadi orang yang berguna.

“Saya memberikan seminar motivasi pasalnya narapidana adalah orang yang membutuhkan suntikan semangat. Agar bisa menjadi orang tua yang bertanggungjawab,” sebut Hamry.

Di harapan peserta pelatihan BBPOM Makassar, Hamry Gusman menyampaikan konsep revolusi mental. Ia mengatakan, revolusi mental adalah alat untuk memperkuat Pancasila. “Kalau Pancasila adalah karakternya, maka revolusi mental adalah strateginya. Kalau revolusi mental sudah diterapkan, maka budaya kinerja kita pun berubah,” ungkap Hamry.

Ia berkeliling untuk mencari defenisi revolusi mental. “Saya mewawancarai bupati/walikota terbaik di Indonesia untuk menemukan defenisi revolusi mental. Termasuk mewawancarai Bupati Bantaeng Prof Dr Nurdin Abdullah MAgr yang sekarang menjadi Gubernur Sulawesi Selatan,” katanya.

Revolusi mental, ujar motivator spesialis untuk ASN/TNI/Polri ini, ialah perubahan secara cepat, masif, dan menyeluruh terhadap paradigma, interaksi sosial dan budaya dari setiap komunitas, sehingga dapat meningkatkan kesadaran, kepedulian dan langkah nyata menuju karakter yang berbudi luhur untuk percepatan program pembangunan nasional berfalsafah Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.

Antusiasme audiens terlihat dari ekspresi dan keaktifan peserta saat pembukaan acara. Disela-sela pemaparan materi, Hamry Gusman menyampaikan tantangan berupa kuis bertema tokoh revolusi mental. Para peserta diperlihatkan potongan foto wajah para kepada daerah yang berhasil menerapkan revolusi mental. Ada lima bidang revolusi mental yaitu revolusi cara berpikir, revolusi cara bekerja, revolusi cara percepatan, revolusi cara mensistemasi, dan revolusi cara mengevaluasi.

Pihak Motivasi Indonesia menyediakan 20 paket hadiah kepada peserta yang berhasil menebak kuis tokoh revolusi mental. Adapun kelima tokoh tersebut antara lain, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas sebagai tokoh revolusi cara berpikir. Selanjutnya, Mantan Walikota Bandung yang kini menjabat Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil selaku tokoh revolusi cara bekerja. Tokoh revolusi cara percepatan disematkan kepada Bupati Bantaeng yang kini menjabat Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah. Tokoh revolusi cara mensistemasi Mantan Bupati Bojonegoro Suyoto. Terakhir, tokoh revolusi cara mengevaluasi disematkan kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Tim Motivasi Indonesia juga menyiagakan tim medis yaitu dokter, perawat, dan mobil ambulans. Dokter dan perawat siapa 24 jam untuk mengecek kesehatan 155 peserta. Di hari kedua, peserta mengikuti fun games outbond, presentasi materi, diskusi, pembagian doorprize, dan ramah tamah. Rencananya, juga akan dilaksanakan penandatanganan komitmen bersama.(*)