Ketua Tim Epidemiologi Covid-19 Makassar, Ansariadi (kiri) saat konferensi pers di Baruga Anging Mammiri Rujab Wali Kota Makassar, Senin (07/12/2020).

Makassar di Ambang Darurat Covid-19, Pencoblosan Bisa Picu Lonjakan Kasus

Senin, 07 Desember 2020 | 22:44 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Pilwalkot Makassar 2020 di tengah pandemi Covid-19 yang akan digelar 9 Desember nanti diharapkan menjadi perhatian khusus bagi semua pihak. Resiko penularan Covid-19 perlu diwaspadai.

Sebab, saat pencoblosan atau pemungutan suara bisa memunculkan kerumuman. Dan hal itu kemudian bisa menjadi pemicu penyebaran Covid-19.

Ketua Tim Epidemiologi Covid-19 Makassar, Ansariadi mengatakan bahwa tren kasus saat ini sudah tinggi. Ada 300 kasus lebih yang terjadi pekan lalu sehingga angka reproduksi (Rt) menjadi 1,7 pada tanggal 7 Desember 2020.

Grafik ini naik signifikan. Pasalnya, disebutkan Ansariadi, posisi rt beberapa pekan sebelumnya hanya dikisaran 1 sampai 1,1 poin.



“Rt saat ini sudah 1,7 poin. Ini terjadi lonjakan,” kata Ansariadi saat konferensi pers di Baruga Anging Mammiri Rujab Wali Kota Makassar, Senin (07/12/2020).

Pemerintah Kota (Pemkot) harus mewaspadai resiko penularan saat pemungutan suara. Ansariadi pun menilai, hal ini tergantung dengan langkah pencegahan penularan covid.

Jika tidak diantisipasi, menurutnya ada kemungkinan kasus Covid-19 meledak. Ini setelah pencoblosan yaitu 9 Desember 2020.

“Bisa dicegah, jika protkes ditaati warga. Ini kita perkirakan terjadi lonjakan kasus hingga 150 persen,” ujar Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unhas ini.

Masyarakat diminta tidak lengah. Disiplin protokol kesehatan secara ketat masih perlu dilakukan. Pandemi Covid-19 belum berakhir.

Diberitakan sebelumnya, pelaksanaan Pilwalkot Makassar 2020 mendapat sorotan. Pasalnya, momen politik itu bersamaan tren penularan covid-19 yang terus meningkat.

Khusus di Makassar, jumlah orang yang terpapar virus ini telah menembus angka 10.872. Data ini dirangkum per 6 Desember lalu. (*)


BACA JUGA