Ketua Tim Epidemiologi Covid-19 Makassar dari Universitas Hasanuddin, Ansariadi/INT

Program Isolasi Mandiri Covid-19 Pemprov Sulsel Belum Maksimal

Rabu, 09 Desember 2020 | 10:24 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Kunci penanganan Covid-19 dengan mengajak masyarakat yang terkonfirmasi Covid-19 menjalani Isolasi Mandiri. Demikian yang disampaikan Ketua Tim Epidemiologi Satgas Covid-19 Makassar, Ansariadi.

“Dalam upaya pengendalian, edukasi bukan penanganan utama, namun isolasi adalah upaya utama. Segera ditemukan yang terjangkit, dan segera diisolasi,” ucap Ansariadi, Rabu (9/12/2020). 

Isolasi mandiri tersebut, kata dia, efektifnya tidak dilakukan di rumah sendiri. Harusnya lebih ketat pengawasannya, sehingga pihaknya menyarankan dijalani di fasilitas yang disediakan pemerintah. 

Tetapi, Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unhas ini mengaku saat ini pun fasilitas isolasi mandiri tak banyak diikuti warga. Bahkan banyak yang memilih Isman di rumah sendiri. 



“Duta Covid-19 yang terisi sekarang 200-300, jumlah kasus lebih 1000an. Itu artinya banyak yang tidak dilakukan di central isolasi, banyak di rumah.  Pengawasan juga tidak menjamin,” beber Ansariadi.

Olehnya, Ansariadi menyarankan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar memassifkan kembali program Duta Covid-19 yang disediakan Pemprov Sulsel ke masyarakat

“Perjelas bahwa pemerintah menyediakan fasilitas isman secara terpusat di hotel, fasilitasnya gratis dan bisa dinikmati. Yang kedua adalah menginformasikan kalau masih disediakan oleh Pemkot, banyak orang yang tidak mau datang kalau dia tidak tahu,” paparnya.

Ansariadi menilai warga banyak yang tak mengetahui informasi ketersediaan fasilitas Duta Covid-19. 

“Dan ada belum dapat informasi bagaimana situasinya kalau di sana. Itu satgas harus menyampaikan juga kalau ada positif, tersedia di hotel. Di sana fasilitasnya lebih bagus, pelayanan lebih bagus dibanding rumah sendiri, mungkin juga orang tidak tahu kalau masih dibuka,” jelasnya.

Hal yang sama pun dikeluhkan Kepala Bidang Pengendalian Penyakit (P2) Dinas Kesehatan Kota Makassar, dr. Rida. Ia mengatakan bahwa program Isman yang tersedia pun tak diinformasikan Pemprov. 

“Kendalanya orang tidak tahu seperti massifnya kemarin bisa Isman di Hotel. Sekarang kan orang bertanya, masih ada hotel dok? Harusnya ada informasi dari Provinsi bahwa ada dua hotel, Swissbell dan Grand Imawan, ada berapa kapasitas mereka juga tak bilang sama kita,” keluhnya.

Olehnya itu, pihaknya tak berani menginformasikan kepada warga Kota Makassar terkait ketersediaan fasilitas Duta Covid-19 di beberapa hotel. Padahal, ketersediaan pada fasilitas Covid-19 belum terisi secara maksimal.

“Saya takutnya semua arahkan ke sana, nanti full. Kabupaten semua juga kan sama peningkatan kasusta, jadi takutnya kita arahkan ke sana, full. Sharing lah dari Provinsi kalau seperti tadi, 14% ji yang terisi, Makassar siap isi banyak-banyak. Saya siap umumkan di grup Isman dibuka lagi,” tuturnya

Rida mengharapkan keterbukaan informasi fasilitas Covid-19 bisa dilakukan sebab masyarakat minim mendapatkan informasi terkait masih tersedianya fasilitas Isman tersebut. 

“Karena kan diawal-awal dibuka itu banyak dari kota Makassar karena masifnya informasi didapat. Jangan sampai saya Massifkan itu informasi  justru di sana kapasitasnya tidak tercukupi,” pungkasnya.(*)


BACA JUGA