Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman bertindak selaku Inspektur Upacara di Peringatan Korban 40 Ribu Jiwa, Jumat (11/12/2020)

Terapkan Prokes Covid-19, Peringatan Korban 40 Ribu Jiwa Digelar

Jumat, 11 Desember 2020 | 17:21 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) bersama jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar memperingati Hari Korban 40 Ribu Jiwa di Sulsel ke-74. Kegiatan berlangsung di Monumen Korban 40 Ribu Jiwa, Jalan Langgau, Kelurahan Kalukuang, Kecamatan Tallo, Makassar, Jumat (11/12/2020).

Peringatan dalam bentuk upacara bendera ini di lakukan dengan menerapkan protokol kesehatan (Prokes) Covid-19 yang ketat. Selain kewajiban menggunakan masker dan menjaga jarak, juga dilakukan pembatasan peserta ucapara yang hadir. Selebihnya, para peserta lainnya, khususnya jajaran pejabat lingkup Pemkot Makassar hanya di bolehkan mengikuti upacara ini secara virtual di kantornya masing-masing.

Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman saat bertindak selaku Inspektur Upacara mengatakan bahwa Monumen korban 40 ribu jiwa ini bukanlah simbol untuk balas dendam. Namun ini menjadi pengingat agar semua pihak semakin kokoh menjaga persatuan antar sesama anak bangsa, bersatu menghadapi setiap masalah, mendorong ekonomi masyarakat semakin baik, dan masyarakat semakin sejahtera dengan pembangunan yang merata dan berkeadilan. 

“Peringatan ini untuk mengenang peristiwa tanggal 11 Desember 1946. Ketika waktu itu Belanda yang di pimpin Kapten Raymond Westerling membantai dan membunuh 40.000 jiwa rakyat Sulsel. Tubuh korban di makamkan secara massal yang lokasinya kini menjadi Monumen Korban 40.000 jiwa di Makassar,” ujar Andi Sudirman Sulaiman saat membacakan secara tertulis pidato Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah. 



“Ini sangat menyayat hati kita, melihat perbuatan yang begitu sadis dan tidak berprikemanusiaan,” sambungnya.

Menurutnya, hakikat dari peringatan ini, yakni kemerdekaan tidak diraih dengan cuma-cuma. Namun melalui pengorbanan, di mana begitu banyak pejuang yang telah gugur dengan cara-cara yang tidak manusiawi. 

“Kita memberi hormat kepada seluruh pejuang kita dibawa komando raja-raja di Sulsel waktu itu. Diantaranya, Andi Mappanyukki, Andi Makassau, Lapawawoi karaeng Sigeri, Andi Djemma, Andi Abdullah Bau massepe, Pajonga Daeng Ngalle, Sultan Daeng Radja, dan banyak lagi,” lanjutnya.

Pada kesempatan ini, Ia juga berpesan kepada seluruh generasi muda untuk selalu menghargai pengorbanan para pahlawan dengan mewarisi jiwa semangat juang. Serta heroisme perjuangan. 

Di tempat yang sama, Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin mengatakan bahwa semangat juang yang di wariskan oleh para pejuang kemerdekaan adalah modal besar. Ini dalam upaya bersama memerangi pandemi Covid-19 yang saat ini masih mewabah. 

“Mari mengisi kemerdekaan ini dengan ikut menjadi bagian dari proses pembangunan nasional. Demikian pula perang melawan pandemi Covid-19 sebagai musuh bersama. Ayo semua bersinergi dengan turut aktif memberi edukasi tentang pentingnya penerapan protokol kesehatan secara menyeluruh ditengah masyarakat,” ujarnya.

Pada kesempatan ini, juga dilakukan penyerahan bingkisan secara simbolis kepada keluarga dan purnawirawan Legiun Veteran RI yang dilakukan oleh Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman yang didampingi oleh Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin. Dalam upacara bendera ini juga terlihat hadir Ketua DPRD Kota Makassar, Rudianto Lallo, Sekda Kota Makassar, M.Ansar serta sejumlah anggota Forkopimda Kota Makassar.(*)


BACA JUGA