Salah seorang Barista Kedai Kopi Luwak Malino, Muhammad Sain, sedang menyeduh kopi arabika Luwak

Jadi UMKM Binaan BI, Kopi Luwak Malino Kini Ekspor Hingga ke Cina

Sabtu, 12 Desember 2020 | 22:46 Wita - Editor: Andi Nita Purnama -

GOWA, GOSULSEL.COM — Kopi merupakan salah satu komoditas unggulan dari Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). Oleh sebabnya, Bank Indonesia (BI) Sulsel melakukan pembinaan terhadap beberapa UMKM berbasis kopi di Sulsel salah satunya di Kabupaten Gowa.

“Salah satu sebagai unggulan dari produksi dari Sulawesi itu kopi. Kopi tidak hanya ini saja tapi kita banyak di beberapa tempat. Enrekang juga ada kopi kalosi, kita juga bantu,” ujar Kepala Divisi Implementasi Kajian Ekonomi Keuangan Daerah Bank Indonesia Sulsel, Edwin Permadi.

Sejak dibina oleh Bank Indonesia, Kopi Luwak Malino kini tak hanya dipasarkan di Indonesia tapi juga hingga ke luar negeri. Diantaranya yaitu ke Singapura, Hongkong hingga Taiwan.



“Kopi ini kan specialty jadi kita bawa kemana-mana. Kemarin kan ada permintaan misalnya yang tadi contoh ke Singapura, kemarin juga ada salah satu, kita baru memberikan semacam sampel. Kita sampaikan ke Cina. Kita juga sampaikan ke Jepang,” jelasnya.

Peningkatan kualitas dari Kopi Luwak Malino menjadi salah satu upaya BI dalam meningkatkan ekspornya. Hal tersebut karena pembinaan UMKM yang dilakukan BI terbagi dua yaitu untuk peningkatan ekspor atau local economy development dan untuk ketahanan pangan.

“Terus juga untuk meningkatkan ekspor,  memperkenalkan di tempat lain kita masukkan di pameran baik dalam dan luar negeri. Ada di Jakarta, Singapura, Tokyo dan Beijing. Jadi kita secara berkesinambungan membantu mereka,” paparnya.

Sementara itu, Muhammad Sain, salah satu Barista Kopi Luwak Malino, menjelaskan bahwa BI telah memberikan berbagai bantuan baik dalam peningkatan kualitas maupun promosi. Selain itu, dukungan dari pemerintah daerah juga sangat besar.

“Alhamdulillah pemerintah support. Kami juga sudah masuk UMKM  provinsi maupun di daerah. Dan kita juga sudah dibina oleh BI sendiri. Jadi pemerintah punya peran sangat penting untuk pengembangan wisata atau pengembangan promosi kita untuk luwak. Pemerintah juga sudah memberikan kita bantuan untuk pengelolaan lebih lanjut,” jelasnya.

Ia berharap agar kedepan pemerintah lebih memperhatikan lagi UMKM lokal, khususnya untuk petani kopi di Malino. Sebab, banyak petani kopi namun yang tersentuh bantuan masih terbilang sedikit.

“Kami berharap lebih diperhatikan lagi. Pemerintah lebih perhatikan UMKM yang ada disini agar lebih dikembangkan. Pemerintah lebih bisa mempromosikan produk UMKMnya itu sendiri supaya bisa lebih berkembang,” tukas pemuda yang disapa Sain ini.(*)


BACA JUGA