Kedai Kopi Luwak Malino yang terletak di Jl. Sultan Hasanuddin, Kelurahan Malino, Kecamatan Tinggi Moncong, Kabupaten Gowa, Sulsel

Punya Citarasa Berbeda, Kopi Luwak Malino Tembus Pasar Internasional

Sabtu, 12 Desember 2020 | 23:07 Wita - Editor: Andi Nita Purnama -

GOWA, GOSULSEL.COM —
Kopi Luwak merupakan salah satu kopi yang istimewa dan mewah yang diekspor dengan harga yang fantastis. Kopi yang satu ini tak hanya disukai oleh pecinta kopi di Indonesia saja, tapi bahkan di dunia.

Kopi Luwak menjadi salah satu komoditas ekspor Sulsel yang dibudidayakan di Kelurahan Malino, Kabupaten Gowa. Dengan label Kopi Luwak Malino, kopi ini diminati hingga mancanegara.

Salah seorang barista di Kedai Kopi Luwak Malino, Muhammad Sain, mengatakan bahwa Kopi Luwak yang dibudidayakan di Malino memiliki ciri khas tersendiri. Selain rasa dan aroma yang khas, produk Kopi Luwak ini juga aman untuk penderita sakit maag dan jantung.

“Kopi dari Malino punya ciri khas sendiri. Kondisi tanah juga sangat mempengaruhi. Sekarang pengembangannya lebih ke organik. Pengaruhnya ke citarasa kopi,” jelasnya.



Selain cita rasa yang khas, Kopi Luwak juga memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan. Diantaranya mencegah kesemutan, maag, jantung, serta bermanfaat untuk tulang dan gigi.

“Tapi dikonsumsi secara murni, tanpa gula
2 sampai 3 kali sehari tidak boleh lebih,” paparnya.

Ada dua jenis kopi yang diproduksi oleh Kopi Luwak Malino yaitu arabika dan robusta. Kopi Luwaknya sendiri menggunakan kopi arabika, sementara ada juga produksi kopi biasa yaitu kopi robusta.

“Jenis kopi arabika, rasanya agak asam dan pahit. Robusta punya rasa pahit cenderung ke aroma kacang-kacangan.
Kopi yg paling tinggi kafeinnya robusta, dibanding arabika,” ungkapnya.

Masa produksi Kopi Luwak Malino yaitu pada musim petik kopi pada bulan Juni hingga bulan September. Pada setiap bulan tersebut, Kopi Luwak yang dihasilkan berkisar antara 200-300 kilogram.

“Kopi yang kita kasi dalam satu kilo untuk satu Luwak itu bisanya jadi hanya sekitar 500 gram yang dimakan oleh Luwak. Selebihnya kita jadikan kopi biasa. Jadi 500 gram ini yang benar-benar jadi Kopi Luwak,” lanjutnya.

Kopi Luwak Malino ini telah merambah pasar internasional. Negara tujuan ekspor kopi tersebut yaitu Singapura, Hongkong, dan Taiwan.

“Untuk kirim ke luar, kita biasanya hanya sampai 30 kilo satu kali pengiriman selama periode panen tadi itu. Empat kali periode. Selebihnya kita tampung untuk konsumsi kita sendiri dan konsumsi lokalan,” ucapnya.

Bagi Anda yang ingin mencicipi nikmatnya Kopi Luwak Malino, Anda bisa membelinya langsung di Kedai Kopi Luwak Malino yang berada di Malino, Gowa, atau melalui marketplace. Harga untuk Kopi Luwak Arabika dibanderol Rp 100 ribu untuk ukuran 50 gram, Rp200 ribu untuk ukuran 100 gram, dan Rp1,8 juta untuk ukuran 1 kilogram.

Selain itu, Anda juga bisa langsung menyeruput segelas Kopi Luwak Arabika langsung di kedai tersebut dengan harga Rp35 ribu per gelas.(*)


BACA JUGA