Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin telah mengeluarkan surat edaran perihal larangan perayaan Natal dan Tahun Baru 2021.

Keluarkan Surat Edaran, Pemkot Larang Perayaan Natal dan Tahun Baru di Sejumlah Tempat

Rabu, 16 Desember 2020 | 20:08 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar telah melarang perayaan Natal dan Tahun Baru 2021 untuk digelar. Bahkan, Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin telah mengeluarkan surat edaran (SE) perihal larangan kedua perayaan tersebut.

SE tersebut diketahui bernomor 003.02/419 S. EDAR/DISPAR/XII/2020. Kemudian ditujukan kepada pengelola hotel, Tempat Hiburan Malam (THM), cafe dan restoran.

Dalam isinya, ditegaskan apabila tetap melaksanakan kegiatan yang dimaksud akan dikenai sanksi. Adapun hukumannya merujuk pada perundang-undangan dan peraturan yang berlaku.

Rudy meminta seluruh masyarakat untuk mematuhinya. Larangan ini dikeluarkan seiring angka kasus Covid 19 di Makassar meningkat drastis.



Ia juga menyebut bahwa dalam sehari, ada sekitar 90 kasus yang ditemukan. Berbeda dengan kondisi sebelumnya, tren hanya berkisar 30 kasus per harinya.

“Kita akan tingkatkan pengawasan, sudah minta Satpol PP. Ini dilakukan untuk lindungi warga. Sekarang ini potensi lagi naik,” sebut Rudy, Selasa (15/12/2020).

Rudy juga menginstruksikan jajaran Camat untuk memantau hotel dan pusat hiburan lainnya. Agar memastikan mereka tidak menggelar acara yang memicu kerumunan. Laporan perlu dilengkapi rekaman gambar agar ditindaklanjuti secepatnya.

“Kesadaran merupakan kunci. Bisa saja kita arahkan ke pidana kalau sudah kepala batu,” tambah Rudy.

Dalam surat edaran tersebut juga berisi tentang imbauan kepada masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes). Selain itu, permintaan untuk tidak menyelenggarakan kegiatan yang akan menimbulkan kerumunan.

Untuk diketahui, data terakhir yang diterima kasus yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Makassar telah mencapai 11.555 orang. Satgas Penanganan mencatat sudah ada 323 yang meninggal dunia dan 9.981 sembuh dari virus ini. (*)


BACA JUGA