Banjir yang merendam Perumnas Antang Blok 8 RW 08 RT D, Rabu (23/1/2019)

BPBD Makassar Petakan Tujuh Kecamatan Rawan Banjir dan Genangan

Sabtu, 19 Desember 2020 | 18:59 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Di tengah musim hujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar telah melakukan antisipasi. Pihaknya sudah memetakan daerah yan rawan bencana banjir dan genangan.

Adapun wilayah yang dimaksud tersebar di tujuh kecamatan. Diantaranya, Biringkanayya, Tamalanrea, Manggala, Rappocini, Tallo, Tamalate dan Panakukang.

Disampaikan Kepala BPBD Makassar, Muhamamd Rusli, pemetaan dilakukan tak hanya menjadi kegiatan tahunan saat memasuki musim penghujan. Namun, disebutkan dia, juga untuk antisipasi dini.

“Inikan rutinitas tiap tahun. Jadi kita sudah persiapkan anggota untuk tugas di masing-masing wilayah. Ada relawan dari warga,” kata Rusli saat dihubungi, Sabtu (19/12/2020).

Rusli menambahkan bahwa daerah rawan atau berpotensi banjir seperti pengalaman tahun lalu saat cuaca hujan ekstrem. Kota Makassar dan sekitarnya mengalami curah hujan tinggi lantaran menjadi daerah potensi terdampak La Nina.

Sebagai kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana tersebut, BPBD telah menyebar tim hingga relawan di tingkat bawah. Selain itu menyiapkan peralatan kebencanaan seperti perahu, logistik dan lainnya.

“Kemarin kita sudah siapkan anggota untuk siap siaga dan peralatan dalam penanganan. Kita punya relawan hingga tingkat RW,” tambah Rusli.

Sebelumnya, di tempat terpisah, Pj Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin mengatakan dukungan anggaran untuk penanganan dampak bencana banjir. Menurutnya, sudah dianggarkan melalui belanja tak terduga yang sewaktu-waktu bisa digunakan apabila mendesak.

“BPBD kita selalu siap kapan pun bencana terjadi. Setiap tahun dan sudah rutin. Kita ada dana bantuan tidak terduga sebagai antisipasi keperluan dana jika ada bencana dan keadaan darurat,” tutup Rudy.(*)


BACA JUGA