Ilustrasi tenaga medis

IDI Makassar Kembali Berduka, Dua Dokter Gugur Lawan Covid-19

Kamis, 24 Desember 2020 | 11:39 Wita - Editor: Andi Nita Purnama -

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Keluarga besar IDI Kota Makassar kembali berduka. Dua dokter anggota IDI Makassar meninggal dunia yakni Dr. Leonard Hasudungan NPA IDI 91673 dan Dr. Robert Vincentius Philips NPA IDI 19368.

“Kabar duka ini menambah deretan dokter anggota IDI Makassar yang gugur sebagai pahlawan kemanusiaan Covid-19 yang tercatat sudah 8 dokter terbaik IDI Kota Makassar. Ini menjadi kehilangan mendalam bagi kami IDI Kota Makassar,” ujar DR dr Siswanto Wahab Sp.KK (K) ketua IDI Kota Makassar didampingi Humas IDI Kota Makassar dr Wachyudi Muchsin SH, Kamis (24/12/2020).

Lanjut Dokter Anto, kehilangan rekan sejawat semoga bisa menyadarkan masyarakat Makassar bahwa jangan anggap remeh pandemik Covid-19 yang saat ini tingkat penyebarannya lebih masif akibat klaster Pilkada dari awal penyebaran virus Corona. Untuk itu, IDI Kota Makassar mengimbau agar tetap waspada serta disiplin pakai masker, jaga jarak, cuci tangan sebab Makassar masuk zona merah sehingga kebijakan pelonggaran aktivitas bisnis, kantor, sosial dan pendidikan perlu diketatkan kembali.

“Saat ini tingkat penularan kembali melonjak dan jumlah pasien yang membutuhkan perawatan juga semakin banyak,” tuturnya.

Lanjutnya, ”Okupansi ruang isolasi di Makassar sudah di atas 85 persen dan ICU (unit perawatan intensif) di atas 80 persen. Daerah-daerah lain juga sama saja, pasien terus bertambah, penularannya tinggi.”

Anto mengatakan, tingginya penularan Covid-19 di Indonesia juga bisa dilihat dari rasio kasus positif harian yang mencapai 24,2 persen. Sementara rasio kasus positif dalam sepekan 18,3 persen.

Rasio kasus positif tersebut jauh lebih tinggi dari ambang maksimal yang disarankan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebesar 5 persen. Kasus aktif di Indonesia juga terus meningkat secara signifikan, yaitu 40 persen selama bulan Desember dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Saat ini jumlah kasus aktif sudah mencapai 103.000, penularan Covid-19 dikhawatirkan bakal semakin meningkat selama liburan Natal dan Tahun Baru.

”Karena itu, IDI Makassar mendukung pemerintah untuk pengetatan protokol kesehatan selama hari libur nanti,” pungkasnya.(*)