Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin.

Kasus Covid-19 Meningkat, Pemkot Makassar Buka Opsi PSBB

Kamis, 24 Desember 2020 | 22:12 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar berencana kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Langkah ini diambil setelah melihat kasus Covid-19 yang kian meningkat.

Sehingga, Kebijakan PSBB perlu diterapkan untuk mengendalikan laju kasus terkonfirmasi Covid 19. Yang di mana mengalami tren peningkatan beberapa pekan terakhir.

Namun, Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin mengatakan kebijakan itu merupakan pilihan terakhir. Saat ini, pihaknya tengah mencari formula yang tepat jika nantinya harus diambil langkah PSBB.

“Untuk PSBB itu opsi terakhir,” kata Rudy saat ditemui, Kamis (24/12/2020).



Rudy menekankan pembatasan skala besar bukanlah solusi terbaik mengatasi penyebaran virus Covid-19. Penerapan PSBB, anggapannya, malah berpeluang menciptakan dampak lain, yakni terhadap sektor perekonomian.

“Itu berarti kita men-shut down lagi 2 masalah khusus yang terjadi. Pasti ekonomi terpuruk lagi, padahal kita sudah mengalami masalah kesehatan,” tambah Rudy.

Pemkot Makassar telah berupaya maksimal mencegah penyebaran virus. Pengawasan oleh tim Satgas Covid-19 terus dilakukan. 

Rudy mengharapkan peran serta dari masyarakat dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes). Dengan wajib mengenakan masker dan menerapkan hidup bersih secara bersamaan.

“Yang terpenting ini bagaimana menerapkan protokol kesehatan,” jelas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sulsel ini.

Data terakhir yang diterima, kasus positif corona di Makassar bertambah 284 kasus menjadi 13.112 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 343 pasien meninggal dan 10.495 telah sembuh. (*)


BACA JUGA