Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin saat ditemui di RPH Tamangapa, Senin (04/01/2021).

Pelaku Usaha Menjerit Akibat Jam Malam, Rudy: Harusnya Ada Kesadaran Sedikit

Senin, 04 Januari 2021 | 19:10 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar kini resmi memperpanjang penerapan jam malam. Awalnya, kebijakan ini berakhir pada 3 Januari 2021 namun dilanjutkan hingga 11 Januari nanti.

Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin menegaskan, keputusan ini mutlak dijalankan oleh seluruh pelaku usaha yang tercantum dalam Surat Edaran (SE). Ia pun meminta mereka sadar dan mengerti.

“Pertama, usaha ini kan kita tidak larang, beda kalau PSBB. Harusnya ada kesadaran sedikit dari pelaku UMKM,” tegas Rudy saat ditemui di RPH Tamangapa, Senin (04/01/2021).

“Jika jam operasinya mulai jam 7 sampai 9 malam, mungkin digeserlah jam 5 sampai jam 7 malam. Karena toh nantinya pasar akan tetap mengikut,” lanjut Rudy. 



Keputusannya memperpanjang penerapan jam malam, kata dia, tidak lepas dari tujuannya demi menekan angka kasus Covid-19. Olehnya itu,

“Tapi kita berbicara soal keselamatan warga, apakah ada yang rugi? Tentu, tapi disinilah dituntut kesadaran kita bersama untuk keselamatan kita semua,” ujar Rudy. 

Sebelumnya, salah satu pelaku usaha, yakni Owner Yotta, Andryan Yudhistira Purwanto meminta agar Pemkot Makassar untuk mempertimbangkan keputusan tersebut. Daripada ditutup, ia mengusulkan untuk diperketat penerapan protokol kesehatan (Prokes).

“Sebaiknya sih lebih bijak kalau diperketat protokolnya, bukan disuruh tutup,” katanya saat dihubungi.

“Kalau kemarin yang sampai 3 Januari, tidak apa-apa karena memang lagi tinggi-tingginya orang liburan. Kalau sudah tanggal ini, orang sudah bekerja, itu kan agaknya kurang bijak rasanya,” tutup Andryan. (*)


BACA JUGA