Aktivitas bongkar muat di terminal Makassar New Port (MNP) di Jl Sultan Abdullah Raya, Kaluku Bodoa, Tallo, Makassar (11/01/2019).

Pembangunan MNP Masuk 63 Persen, Target Rampung Akhir 2022

Jumat, 08 Januari 2021 | 20:02 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV (Persero) menyampaikan progres terkini dari pembangunan Makassar New Port (MNP) tahap lanjutan 2019-2022. Saat ini pun telah diselesaikan 63,75% sampai 5 Januari 2021.

Demikian yang disampaikan Direktur Utama (Dirut) PT Pelindo IV, Prasetyadi. Ia menyebut bahwa, secara total pembangunan Pelabuhan Baru Makassar tersebut akan rampung pada sekitar akhir 2022 nanti.

Menurut Prasetyadi, meski tahun lalu pihaknya juga dikepung oleh pandemi Covid-19 yang masih berlanjut hingga saat ini. Tetapi, perseroan tetap mengebut pembangunan MNP agar bisa kelar sesuai dengan target yang ditetapkan.

“Untuk tahap 1 A sudah rampung dan beroperasi sejak awal November 2018. Kemudian dikebut lagi Tahap 1 B dan 1 C,” sebutnya, Jumat (08/01/2021).



Sementara itu, Senior Manager Fasilitas Pelabuhan PT Pelindo IV, Arwin menyebutkan, kegiatan yang dilakukan di pembangunan MNP tahap lanjutan 2019-2022 hingga 5 Januari 2021. Ialah bore pile dan secant pile, produksi beton precast dan instal beton precast.

PT Pelindo IV membangun MNP Tahap 1 B dan 1 C dengan menggelontorkan investasi yang tak sedikit. Pihaknya mengucurkan anggaran sebesar Rp 2,8 Triliun. 

Kehadiran mega proyek ini untuk mengintegrasikan pelabuhan hub khususnya di Kawasan Timur Indonesia (KTI). Di mana pada Tahap I B dan Tahap I C yang pembangunannya kini sedang berjalan masing-masing memiliki panjang dermaga 330 meter dan 350 meter.

Sedangkan dermaga sisi selatan Tahap I C yang saat ini dibangun bersamaan memiliki panjang 600 meter. Sehingga, total kapasitas Tahap I diperkirakan mencapai 2,4 Juta sampai dengan 2,6 Juta TEUs per tahun.

Di Tahap I D juga nantinya akan dibangun dermaga dengan panjang 310 meter. Pelindo IV juga akan membangun sebuah kawasan industri di MNP untuk menciptakan ekosistem investasi yang sehat, khususnya di Sulawesi Selatan dan KTI pada umumnya.

Kawasan industri yang dibangun akan terintegrasi dengan pelabuhan. Nantinya, MNP akan menjadi salah satu pelabuhan untuk integrated port, di mana pelabuhan dengan kawasan industri akan menyatu. 

Kembali ke Prasetyadi, ia juga menambahkan, pihaknya juga akan memindahkan semua aktivitas bongkar muat. Selama ini sebelumnya dilakukan di Terminal Petikemas Makassar (TPM) ke MNP. 

Namun menurutnya, pemindahan itu akan dilakukan secara bertahap dan menunggu MNP rampung secara keseluruhan. “Jadi perpindahannya akan dilakukan secara bertahap, disesuaikan dengan kesiapan dari MNP,” tutupnya. (*)


BACA JUGA