Ketua Tim Epidemiologi Satgas Covid-19 Makassar, Ansariadi saat ditemui di Baruga Anging Mammiri Rujab Wali Kota Makassar, Minggu (03/01/2021).

Penerapan Jam Malam Bakal Berakhir, Makassar Bersiap PSBB?

Sabtu, 09 Januari 2021 | 16:55 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Pemberlakuan jam malam di Kota Makassar akan segera berakhir pada 11 Januari nanti. Sementara peningkatan kasus Covid-19 masih terus terjadi. 

Pemkot melalui Tim Ahli Epidemiologi Satgas Covid-19 telah memikirkan solusi jitu. Jika tren kasus kian meningkat, maka pihaknya berencana untuk menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Diketahui, pemerintah pusat telah meminta agar seluruh daerah untuk menerapkan kebijakan tersebut. Di Makassar, penerapan ini sudah jauh hari dipikirkan, bahkan diprediksi akan diterapkan dalam waktu dekat.

“Jadi sebelum pusat putuskan kita di Makassar sudah prediksi itu. Beberapa hari lalu kita sudah wacanakan makassar akan PSBB jika kasus terus mengalami peningkatan,” kata Ketua Tim Ahli Epidemiologi Satgas Covid-19 Makassar, Ansariadi, Sabtu (9/1/2021).



Kendati demikian, wacana PSBB tersebut, kata dia, masih akan dibahas kemudian bersama seluruh stakeholder terkait. Sebab itu, PSBB masuk dalam salah satu alternatif yang perlu dipertimbangkan.

“Ini PSBB baru kita mau bahas, karena saya bersama tim rencana mau ketemu pak (Pj) Wali Kota untuk membicarakan dan diskusikan itu. Karena ada beberapa alternatif lain, nanti disitulah dipilih apakah memilih alternatif lain selain PSBB,” terang Andriadi.

Keputusan pemerintah pusat untuk memberlakukan PSBB di Pulau Jawa, Bali dan Madura setelah Jakarta, sehingga daerah lain termasuk Makassar juga perlu dipertimbangkan. Namun kembali tergantung dari kondisi wilayah.

“Inikan Covid-19 terus meningkat secara keseluruhan di Indonesia sehingga di warning daerah lain untuk mempertimbangkan PSBB. Tetapi PSBB itu tergantung dari situasi daerah,” ungkapnya.

Olehnya itu, Ansariadi juga mengaku kepastian PSBB di Makassar dilaksanakan atau menggunakan alternatif lain akan diumumkan 2 hari kedepan. Atau Senin, (11/1/2021) bersamaan dengan penerapan jam malam berakhir.

“Nanti dua atau tiga hari kedepan kita putuskan, dengan melihat hasil dari evaluasi pemberlakuan jam malam ini. Nanti setelah kita konsultasikan dengan pak (Pj) Wali baru kita informasikan,” tutur Ansariadi.

Trend kasus Covid-19 di Makassar juga mengalami penurunan yang dalam tiga minggu terakhir mengalami peningkatan 2 kali lipat. Sehingga, ini juga akan menjadi pertimbangan.

“Kenyataan kita dapat itu menurut, tetapi kami melihat di masyarakat sebetulnya tidak menurun, maksudnya jumlah orang yang di tes covid itu berkurang jadi menurun juga kasus, beda tiga minggu lalu kita tes sampai 400 orang makanya kasus tinggi juga,” pungkasnya.

Walaupun, tambah Ansariadi, kasus terus menurun. Namun dikarenakan jumlah orang tes sedikit itu belum bisa dianggap terjadi pengurangan.

“Tetapi kalau ternyata banyak belum di tes kita belum bisa simpulkan itu kasus menurun. Karena itu juga salah satu pertimbangan untuk melakukan PSBB,” tutupnya.(*)