Pegawai Pegadaian saat melayani nasabah.

Harga Emas Terus Stabil di 2021, Pegadaian: Berinvestasi Jadi Pilihan Tepat

Selasa, 02 Februari 2021 | 21:51 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Geliat ekonomi di Indonesia kembali bertumbuh di tahun 2021, ini setelah sempat tersendat karena Covid-19. Vaksin yang sudah mulai diproduksi menjadi salah satu alasan dari keyakinan akan membaiknya iklim ekonomi negara.

Begitu pula dengan pergerakan harga emas yang menunjukan trend positif dalam enam bulan terakhir. Setelah mengalami kenaikan hingga mencapai harga Rp998.000 per gram di Agustus 2020, sampai saat ini harganya stabil berada di kisaran angka Rp890.000 per gram.

Humas PT Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah (Kanwil) VI Makassar, Gunawan HB menyebutkan bahwa prediksi harga emas di tahun 2021 bakal cenderung stabil. Bahkan, berpotensi untuk mengalami kenaikan kembali.

‚ÄúPada dasarnya harga emas cenderung stabil dan semakin meningkat setiap tahunnya. Contohnya di tahun lalu ketika pandemi Covid-19 menyebabkan beberapa lini bisnis tumbang, harga emas secara global malah mengalami kenaikan,” jelas Gunawan.

“Ini membuktikan bahwa emas sebagai instrumen investasi yang safe heaven, tidak mudah terpengaruh oleh inflasi atau resesi dan mudah dicairkan,” sambungnya.

Tidak hanya harga emas yang menunjukkan trend positif, jumlah masyarakat yang mulai melirik emas sebagai pilihan investasi pun menunjukkan kenaikan. Pegadaian Kanwil VI sudah tercatat 512.058 nasabah baru yang membuka rekening tabungan emas, baik melalui outlet Pegadaian ataupun secara mandiri lewat aplikasi Pegadaian Digital Service (PDS).

Angka ini lebih besar dari target awal nasabah yang berkisar 438.449 orang. Sedangkan omset tabungan emas untuk tahun 2020 sudah mencapai lebih dari Rp390 Miliar.

Ketertarikan masyarakat dalam berinvestasi emas tidak hanya terbatas dalam bentuk produk tabungan emas saja. Melainkan juga terlihat dari jumlah omzet penjualan produk Mulia atau emas batangan yang menembus angka Rp119 Miliar.

Dalam situasi pandemi yang masih berlangsung, Pegadaian tetap mengedepankan penegakan protokol kesehatan (Prokes) di masing-masing outlet. Pihaknya melakukan pembatasan jumlah nasabah di dalam outlet dan menggencarkan sosialisasi mengenai aplikasi PDS.

Dengan penambahan fitur seperti pembayaran hingga perpanjangan kredit, aplikasi PDS bisa memudahkan nasabah agar tidak perlu keluar rumah dan mengantri di outlet. Selain itu, Pegadaian juga mengunggulkan keberadaan 3.025 agen yang tersebar di seluruh wilayah, meliputi Sulsel, Sulawesi Barat (Sulbar), Sulawesi Tenggara (Sultra), dan Maluku. (*)

Tags:

BACA JUGA