Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa/int

Mendikbud Beri Sinyal Sekolah Tatap Muka, Begini Persiapan Disdik Gowa

Kamis, 25 Februari 2021 | 16:12 Wita - Editor: Dilla Bahar -

GOWA, GOSULSEL.COM–Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim memberikan sinyal sekolah tatap muka bakal dimulai pada Juli 2021. Nadiem Makarim memberikan kewenangan penuh izin pembelajaran sekolah tatap muka pada pemerintah daerah.

Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Gowa menyambut baik kewenangan tersebut. Saat ini, pihaknya telah merampungkan aturan baru terkait pemberlakuan sekolah tatap muka.

Kepala Disdik Gowa, Dr Salam mengatakan bahwa pihaknya akan segera kembali membuka sekolah. Namun, ada regulasinya dalam bentuk Peraturan Bupati (Perbup) mengenai tradisi baru pendidikan di Gowa dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Jadi walaupun Covid-19 nanti nya sudah tidak ada, kami tetap akan menerapkan tradisi baru pendidikan di Gowa. Jadi semua diatur protokol kesehatannya, mulai dari penggunaan masker, penyemprotan disinfektan, pengukuran suhu tubuh dan penataan meja dan kursi diruang kelas harus sesuai protokol kesehatan,” jelasnya.

Adapun draft yang berisi tradisi baru tersebut merupakan aturan tentang penerapan protokol kesehatan yang wajib dilaksanakan setiap sekolah. Antara lain, wajib masker bagi semua warga belajar, ketersediaan cuci tangan dan sabun di masing-masing kelas, serta penyemprotan disinfektan secara rutin di lingkungan sekolah.

“Selain itu, di dalam kelas juga harus disiapkan sosial distance, yaitu menjaga jarak antara bangku satu dan bangku yang lain yang harus diatur sedemikian rupa. Ini juga punya aturan tersendiri, makanya kita juga butuh regulasinya,” tambah Salam.

Ia mengatakan, persoalan sosial distance dalam kelas terdapat tiga pilihan yang masih dalam tahap diskusi, pertama membagi jumlah siswa dalam satu kelas, membagi jadwal masuk berdasarkan hari, atau mengurangi jumlah kompetensi dasar per mata pelajaran sehingga beban guru tidak terlalu banyak.

“Misalnya, kalau di kelas itu jumlahnya 30 siswa, maka sekarang akan dibagi menjadi dua kelompok. Jam pertama masuk 15 siswa, jam kedua masuk sisanya,” jelasnya.

“Jadi semua ini akan tercantum dan terurai secara jelas di regulasi yang akan kita buat. Dan memang insyaallah, apa yang akan kami buat ini diminta oleh bapak Gubernur agar bisa menjadi role model untuk daerah daerah lainnya,” tambahnya. (*)


BACA JUGA