Upacara pemberangkatan 400 prajurit Batalyon Amred 6/3 Kostrad ke batas RI-RDTL yang dipimpin oleh Pangdivif 3 Kostrad, Mayjen TNI Wanti W.F Mamahit di Pangkalan Utama Angkatan Laut Makassar, Jumat (26/02/2021)

Dilepas Pangdivif Kostrad, 400 Prajurit Siap Amankan Batas Indonesia-Timor Leste

Jumat, 26 Februari 2021 | 22:34 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Sebanyak 400 prajurit Batalyon Armed 6/3 Kostrad siap melakukan pengamanan di batas RI-Republik Demokratik Timor Leste (RDTL). Mereka pun dilepas melalui upacara yang dipimpin oleh Panglima Divisi Infanteri (Pangdivif) 3 Kostrad, Mayjen TNI Wanti W.F Mamahit di Pangkalan Utama Angkatan Laut Makassar, Jumat (26/02/2021).

Mereka memang tergabung dalam Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI-RDTL. Dan bertugas berada di bawah pimpinan Mayor Arm Andang Radianto (DANSATGAS).

Upacara diawali penghormatan kepada Inspektur Upacara yakni Pangdivif 3 Kostrad, Mayjen TNI Wanti W.F Mamahit pemeriksaan pasukan dilanjutkan amanat serta doa. Diakhiri ucapan selamat kepada para prajurit Satgas Pamtas RI-RDTL Yonarmed 6/3 Kostrad TA 2021 oleh Pangdivif dan diikuti seluruh tamu undangan yang hadir.

Dalam amanatnya, Mamahit mengucapkan selamat kepada 400 prajurit yang terpilih menjaga batas RI-RDTL. Ia meminta agar mereka senantiasa bertugas dengan sepenuh hati.

“Atas nama komando dan pribadi saya mengucapkan selamat terpilihnya Prajurit Yonarmed 6/3 Kostrad sebagai satuan tugas pengamanan perbatasan RI-RDTL,” katanya.

“Saya berharap agar Satgas Yonarmed 6/3 Kostrad senantiasa berbuat yang terbaik dengan tulus dan ikhlas demi meringankan kendala dan permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat di daerah perbatasan,” tambah Mamahit.

Mamahit juga meminta para prajurit untuk menjaga kehormatan diri dan nama baik instansi. Melaksanakan tugas dengan baik tanpa melakukan kesalahan.

“Hindari hal-hal yang mengarah kepada kesalahan prosedur, pelanggaran hukum dan etika keprajuritan yang dapat menurunkan citra TNI di mata nasional dan internasional,” ungkapnya.

Terakhir, ia pun berharap agar selama bertugas, mereka juga senantiasa beribadah. Dan memohon kepada Tuhan agar selalu diberikan keselamatan.

“Senantiasa memohon pertolongan dan perlindungan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kobarkan terus semangat pantang menyerah, rela berkorban dan senantiasa memiliki keunggulan moral dalam pelaksanaan tugas operasi, dengan berpedoman kepada Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan 8 Wajib TNI,” harapnya.(*)