#

Bertemu Ilham Azikin, Bupati Majene Tertarik Inovasi di Bantaeng

Senin, 15 Maret 2021 | 17:38 Wita - Editor: Muhammad Fardi -

BANTAENG,  GOSULSEL.COM – Bupati Majene, Lukman Nurman dan rombongannya mengunjungi kabupaten Bantaeng, Senin (15/3).

Dalam kunjungan kerja itu, Bupati Majene juga mengajak Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) Majene yang diterima di ruang pola Kantor Bupati Bantaeng, Kelurahan Lamalaka, Kecamatan Bantaeng.

Mantan Wakil Bupati Majene itu memuji program – program di Kabupaten Bantaeng di bawah kepemimpinan Ilham Syah Azikin. Dia ingin mereplikasi keberhasilan Bantaeng dalam mengembangkan rumput laut dan Kotaku.

“Saya ingin mencuri ilmu dari kabupaten Bantaeng kemudian saya akan bawa ke Majene. Minimal Majene bisa mendekati (keberhasilan) Bantaeng. Saya ingin merubah Majene mendekati Bantaeng,” kata dia.

Lukman mengaku heran melihat Bupati Bantaeng, Ilham Syah Azikin yang baginya masih merupakan anak muda, gagah, tampan dan cerdas. Pernyataan itupun disambut tepu tangan para peserta.

“Kunjungan ini adalah kunjungan sejati, bukan hanya seremonial semata. Malu kita kalau tidak bisa mendekati keberhasilan Bantaeng. Kami ingin menjadi bagian dari Bantaeng dalam hal pengelolaan rumput laut dan pengelolaan program kotaku. Insya Allah setelah masa jabatan saya selesai, saya ingin menjadi petani rumput laut di Majene. Kalau Bantaeng bisa, Majene juga harus bisa,” kata dia.

Sementara itu Bupati Bantaeng, Ilham Syah Azikin mengatakan Bantaeng dan Majene memiliki beberapa aspek kesamaan. Seperti sejarah dan kondisi geografis. Dia berharap lahir silaturahmi dan kolaborasi program pembangunan yang baik antara kedua daerah.

Bupati bergelar doktor ilmu pemerintahan itu menyampaikan capaian Pemkab Bantaeng dalam program Kotaku. Selama tahun 2017 sampai 2020, Bantaeng telah berhasil menata dan mengurangi pemukiman kumuh sebesar 31,22 hektare. Konsentrasinya berada pada kawasan kota, tepatnya di Kelurahan Lamalaka, Pallantikang, Letta, dan Tappanjeng.

“Selanjutnya sampai tahun 2023 kita menargetkan penanganan kawasan kumuh sebesar 14,85 hektare. Melalui program sinergitas mulai dari pusat sampai daerah ini diharapkan mengoptimalkan penanganan dan pengurangan kawasan kumuh,” kata mantan Ketua KNPI Sulsel itu.

Bupati Bantaeng juga menyampaikan, di Bantaeng kini telah hadir inovasi UPTD Pusat Penanganan Gizi Terpadu yang merupakan UPTD Gizi Pertama di Indonesia. Dia menyebut terobosan itu mendapat apresiasi dari pemerintah pusat karena mampu mengintegralkan 10 OPD dalam penanganan gizi dan stunting.

“Alhamdulillah UPTD ini mendapat apresiasi dari pemerintah pusat dan beberapa waktu lalu diresmikan oleh Menko PMK dan Kepala BKKBN,” kata dia.

Dia menambahkan, Bantaeng dan Majene pada dasarnya memiliki kesamaan. Keduanya adalah daerah afdeling di Pulau Sulawesi. Dari sisi geografis, Bantaeng dan Majene ini memiliki kesamaan.

“Kita memiliki kesamaan dari sisi geografis. Dari sisi kesejarahan, kita juga sama-sama adalah afdeling,” jelas dia.(*)


BACA JUGA