Salah seorang nasabah BRI yang mengaku kehilangan uang Rp400 juta

Pengawasan Internal BRI Lemah, Disebut Ada Unsur Kesenjangan dalam Kasus Raibnya Uang Nasabah

Rabu, 17 Maret 2021 | 23:47 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Kasus nasabah BRI Unit Toddopuli, Sigit Prasetya terus menjadi sorotan. Kritikan juga datang dari salah satu pengamat yakni Anas Iswanto Anwar.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unhas ini menyebut bahwa kasus ini terjadi lantaran lemahnya pengawasan internal bank. Kasus ini disebutnya bukan kali pertama bagi bank berplat merah.

“Menunjukan lemahnya kualitas kontrol internalnya karena sudah sering terjadi,” ungkap Anas saat dihubungi, Rabu (17/03/2021).

Selain itu, disebutkan Anas, penyebabnya bisa saja karena faktor lain. Ia mencurigai adanya pembiaran yang dilakukan oleh internal BRI. Ada unsur kesenjangan sehingga uang nasabah raib.

“Yang menjadi pertanyaan bagaimana sistem mekanisme pengawasan internal, berarti itu tidak jalan atau jangan sampai malah berkelompok. Bisa saja toh,” jelasnya.

Kecurigaannya itu didasari karena sejak awal pihak internal BRI tidak melakukan antisipasi. Mengingat kasus ini juga sering kali terjadi, bukan hanya di Makassar.

“Iya karena kenapa tidak bisa dideteksi lebih awal internal kontrol apalagi kalau sudah sering. Kan sederhana ji,” tandas Anas. 

Diberitakan sebelumnya, nasabah BRI Unit Toddopuli, Sigit Prasetya merana. Ia mengaku kehilangan uang Rp400 juta dari program Simpedes Hadiah Langsung. Kini, uang itu hilang tak meninggalkan jejak. 

Dirinya menabung pada 29 Agustus 2018. Dan baru ketahuan hilang pada saat hendak menarik uang bulan Juli 2019. 

“Sampai saat ini tidak ada itikad baik dari BRI untuk bertanggung jawab dan menyelesaikan kasus saya,” kata Sigit, Senin (15/03/2021).

Sigit mengaku telah mengikuti seluruh prosedur yang menjadi ketetapan BRI. Namun, saat ini pihak BRI terkesan lepas tanggung jawab dengan menyebut kasus tersebut sifatnya personal. 

Padahal, Sigit mengikuti seluruh produk dan prosedur pada saat menabung. Dia datang langsung dan menyetorkan uang tersebut.

“Mengenai soal adanya tanda tangan saya pada saat penarikan uang. Saya tidak tahu menahu, itu dipalsukan,” tutupnya.(*)


BACA JUGA