Rektor UNM, Husain Syam saat menerima suntikan vaksin Covid-19 dosis kedua di Pelataran Menara Pinisi, Selasa (23/03/2021)

Sivitas Akademika UNM Disuntik Vaksin Tahap Kedua, Ini Pesan Rektor Husain Syam

Rabu, 24 Maret 2021 | 23:16 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Sivitas akademika Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali diberikan Vaksinasi Covid-19. Penyuntikan vaksin dosis kedua ini berlangsung di Pelataran Menara Pinisi selama 2 hari, Selasa (23/03/2021) dan Rabu (24/03/2021).

Rektor UNM, Husain Syam kembali menjadi orang pertama di UNM yang mendapatkan suntik vaksin dosis kedua. Lalu disusul oleh dosen dan pegawai lainnya.

Usai divaksin, Guru Besar Teknologi Pertanian ini mengaku tidak merasakan gejala apapun pasca disuntik. Sama halnya saat menerima suntikan pertama.

“Saya telah divaksin tahap kedua dan Insyallah tidak ada hal yang negatif yang saya rasakan, semua baik-baik saja,” kata Husain, Selasa (23/03/2021).

Menurut Husain, dengan melakukan vaksin sudah merupakan upaya untuk meminimalisir penyabaran Covid-19. Apalagi kata dia, vaksin ini merupakan program nasional.

UNM sebagai bagian dari pemerintah memiliki tanggungjawab untuk menyukseskan vaksinasi ini. Husain berharap program ini mampu memutus penularan Covid-19 di Sulsel.

“Saya berharap vaksinasi hari ini bisa berjalan lancar, ini bagian dari konstribusi kita memotong mata rantai penularan Covid-19. UNM bagian dari yang mendoroang dan mendukung program pemerintah,” ujarnya. 

Ia menambahkan agar seluruh dosen dan karyawan memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Agar mereka melakuakn vaksinasi tahap kedua ini.

Setelah diberikan vaksin, Husain Syam mengimbau dosen dan karyawan untuk tetap menjaga protokol kesehatan. Sebab, pandemi Covid-19 belum berakhir.

“Meskipun telah divaksin, saya harap kita tetap menjaga protokol kesehatan. Tetap memakai masker dan menjaga jarak, untuk menghentikan penularan Covid-19,” jelasnya.

Pemberian vaksinasi yang diselenggarakan oleh UNM merupakan kolaborasi dan dukungan pemerintah. Terkhusus Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar dan Sulsel.(*)