Pelatihan Computional Thinking pada kalangan guru sekolah dasar di Kabupten Gowa yang dilaksanakan di SDI Mangalli Pallangga. Kamis (25/3/2021)

Program Gerakan Pandai, Tim Trainer Bebras UNM Beri Pelatihan pada Guru di Gowa

Kamis, 25 Maret 2021 | 18:26 Wita - Editor: Dilla Bahar -

GOWA, GOSULSEL.COM—Tim Trainer Biro Bebras Universitas Negeri Makassar (UNM) mamulai program Gerakan Pandai lewat pelatihan Computational Thinking pada kalangan Guru Sekolah Dasar di Gowa. Sosialisasi dan Pelatihan ini berlangsung di SDI Mangalli Pallangga yang diikuti sekitar 70 Guru di Gowa. Kamis (25/3/2021)

 

Koordinator Biro Bebras UNM Dyah Vitalocca mengatakan bahwa tujuan sosialisasi gerakan pandai melalui computational thinking yang bekerjasama dengan Google sebagai CSR pada mulanya menyasar siswa. Namun sebelum itu, para guru harus terlebih dahulu mengenal apa yang dimaksud computational thinking.

 

“Computation thinking sendiri itu bukan merupakan sebuah metode baru, melainkan kemampuan berfikir yang mau dievaluasi atau ditingkatkan pada pendidikan di Indonesia,” ujarnya.

 

Computational thinking, kata Dyah, lebih mengarah kepada daya analisis siswa. Yakni bagaimana siswa menghadapi persoalan dan mampu menyelesaikan masalah tanpa menunggu perintah.

 

“Biasanya siswa kan menghadapi persoalan dengan menunggu gurunya untuk menyelesaikan. Nah yang diharapkan disini bagaimana guru menginisiasi pembelajaran supaya dia dulu memberikan contoh. Problem solving disetiap kondisi,” terangnya.

 

Ia mengambil contoh, di masa pandemi dimana tentu memicu persoalan baru. Persoalan tersebut nantinya dapat dicarikan solusi oleh guru bagaimana mensiasati dan ditularkan kepada anak didiknya. Namun, hal ini tidak serta merta langsung tertular kepada anak, olehnya itu diperlukan pembinaan computational thinking berbasis tantangan.

 

“Bebras sendiri memang dari dulu fokus dipembinaan computational thinking melalui challange-challange gratis untuk siswa supaya terbiasa melihat soal yang logic. Oleh karena itu sosialisasi ini mungkin hasilnya baru berupa pengenalan terhadap guru. Tetapi pendampingan berikutnya itu akan dilakukan oleh Brebas Biro Universitas,” tambahnya.

 

Oleh karena itu, google mendukung secara operasional kegiatan pelatihan untuk 2 juta guru se Indonesia. Di Sulawesi Selatan sendiri merupakan satu satunya titik di Indonesia timur yang mengimbas computational thinking. 

 

“Nah kontrak dengan bebras ini dilakukan selama dua tahun dari 2020-2021. berakhir insyaallah di bulan november. Harapannya adalah minimal 2 juta guru sudah diimbas,” terangnya.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa Dr Salam memberi apresiasi kegiatan computational thinking ini. Dengan program ini dapat membantu guru dan siswa berpikir kritis dan mampu memecahkan masalah dari hal terkecil hingga kompleks.

 

“Saat ini kita sedang memberikan penguatan pada kurang lebih 70 guru guru kita dalam satu program yang namanya computational thinking. Pengembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi baik itu pada hal yang berpikir kritis dan bersifat analitis dalam menyelesaikan masalah,” ujarnya usai membuka acara.

 

Lebih lanjut ia menjelaskan, berpikir tingkat tinggi dimulai dari level mengingat. Bagaimana berpikir mengingat, lalu memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi.

 

“Inilah yang kita coba optimalkan bagaimana memberdayakan kemampuan itu. Jadi sebenarnya ini adalah kompetensi kompetensi yang tersimpan dalam diri seseorang, itu yang kita mau korek keluar dalam menghadapi setiap mata pelajaran,” pungkasnya.(*)


BACA JUGA