Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan 'Danny' Pomanto

Smart Bank Sampah, Upaya Danny Pomanto Urai Sampah Jadi Uang

Jumat, 26 Maret 2021 | 14:43 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto berencana menghidupkan kembali Bank Sampah. Sebab, saat ini, program tersebut tidak berjalan dengan baik. 

“Kita bangun kembali bank sampah. Saya mau bikin smart bank sampah yang baru. Jadi mumpung pandemi, mumpung saya juga baru masuk awal lagi, besok saya 1 bulan,” kata Danny, Jumat (26/03/2021).

Ia mengatakan akan mengevaluasi kembali potensi Bank Sampah yang ada. Danny memandang bahwa pada periode sebelumnya, Bank Sampah mampu menghidupkan perekonomian masyarakat.

“Saya kira semua akan dievaluasi dan salah satunya adalah potensi Bank Sampah yang begitu memukau dulu, saya akan bangkitkan,” sambung Danny.

Menurutnya, saat ini, kondisi Bank Sampah menjadi lesu sebab tak ada lagi pembeli. Danny mengatakan permasalahan tersebut dikarenakan sistem yang rusak.

“Mereka loyo sekarang karena tidak dibeli lagi sampahnya. Rusak semua ini barang-barang di sistem,” jelas Danny.

Bank Sampah yang awalnya dinilai mampu mengurai penumpukan sampah di TPA Tamangapa tersendat-tersendat. Hal ini dipicu sejak dipimpin Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar.

Sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi Bank Sampah Indonesia (ASOBSI), Saharuddin Ridwan mengatakan terjadi pengurangan anggaran. Alhasil, partisipasi masyarakat dalam mengolah sampah organik dan sampah non organik mengalami penurunan.

Padahal, 2 tahun sebelumnya, 2018, anggaran yang disediakan Rp2 Miliar. Kemudian mengalami penurunan di tahun 2019 sebanyak Rp900 juta. 

Kebijakan yang salah arah terhadap pengelolaan sampah dinilai akan semakin buruk. Ini apabila tak berbasis pada pelibatan masyarakat. 

“Anggaran Bank Sampah tahun 2020 hanya 300 juta, dan 2021 tetap 300,” kata Direktur Operasional (Dirops) PD Pasar Makassar Raya ini.

Menurutnya, hal itu berimbas pada peredaran uang yang beredar di masyarakat yang juga ikut menurun. Bila sebelumnya geliat masyarakat untuk berpartisipasi terbilang tinggi, kini mengalami perubahan.

Pelayanan armada penjemputan sampah pun mengalami perubahan. Saat ini penjemputan sampah masyarakat dari pihak kecamatan di bawah ke TPA Tamangapa.

“Apa yang dirasakan masyarakat, bersih tapi itu pun maksimal, nilai sosialnya tidak ada, nilai ekonominya juga tidak ada,” ungkapnya.

Kendati pernah menjadi percontohan nasional, anggaran Bank Sampah di Makassar tak lagi menjadi program unggulan Pemkot. Padahal, program ini dinilai membawa kontribusi positif bagi lingkungan, sosial, hingga ekonomi. 

Pemkot mengucurkan dana di TPA Tamangapa sebanyak 8 miliar per tahun. “Uang habis hanya untuk sampah, tapi tidak ada partisipasi masyarakat,” tutup Sahar.(*)


BACA JUGA