Kostraling, Bulog dan Mitra Sepakat Serap Gabah 25 Ribu Ton di Klaten

Kamis, 01 April 2021 | 21:08 Wita - Editor: Andi Nita Purnama -

KLATEN, GOSULSEL.COM — Percepatan serapan gabah petani terus diupayakan pemerintah untuk menjaga harga di tingkat produsen agar tidak jatuh sehinga petani dapat menikmati hasil panennya. Kegiatan serap gabah sudah berjalan di berbagai daerah dan panen raya di Kabupaten Klaten sepakat diserap 25 ribu ton gabah kering giling (GKG).

“Komando Strategi Penggilingan (Kostraling) Kementan bersama Perum Bulog, BNI dan BRI menandatanangani nota kesepahaman bersepakat menyerap gabah petani Kabupaten Klaten yang berlangsung April dan Mei sebanyak 25 ribu ton. Ini adalah intervensi pemerintah dalam rangka stabilisasi harga gabah dan beras saat panen raya 2021,” demikian dikatakan Penanggung jawab Gerakan Serap Gabah Petani Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan Provinsi Jawa Tengah Warjito selaku Kepala Balai Besa Pengembangan Pengujian Mutu Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (PPMBTPH) saat rapat koordinasi terpadu penyerapan gabah petani di Klaten, Rabu (31/3/2021).

Warjito menjelaskan setelah terwujud kesepakatan ini, tim terpadu Gerakan Serap Gabah Petani (GSGP) langsung bergerak di lapangan guna mengawal proses serap gabah petani. Penyerapan gabah dan beras ini perpedoman sesuai dengan standar mutu yang diatur dalam Permendag Nomor 24 Tahun 2020 tentang Harga Pembelian Pemerintah (HPP) serta persyaratan kualitas internal Bulog. 

“Pihak perbankan yakni BNI dan BNI berperan dalam menyiapkan fasilitas permodalan yakni Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk Kostraling,” sebutnya.

“Dana KUR ini untuk digunakan Kostraling untuk proses budidaya, penanganan panen, pasca panen dan pengolahan hasil terpadu. Artinya, kegiatan serap gabah dan beras petani saat panen raya ini tak alami kendala,” imbuh Warjito.

Pimpnan Cabang Perum Bulog Surakarta diwakili Ninik Setyowati menyatakan pihaknya berkomitmen untuk mendukung dan mengoptimalkan serapan gabah petani sesuai kesepakatan tersebut. Sebagai BUMN di bidang pangan, Bulog berkomitmen hadir di tengah masyarakat khususnya petani yang intinya tidak boleh dirugikan. 

“Ketika panen raya kita juga mengambil gabah dengan harga komersial. Petani jangan sampai merugi, kita siap menyerap gabah petani di daerah ini,” kata Ninik.

Rapat koordinasi terpadu penyerapan gabah petani ini turut hadir Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah Hj. Kadarwati. Ia menyambut baik dan merasa lega hasil komitmen tersebut menetapkan penyerapan gabah petani sebesar 25.000 ton dengan harga sesuai Permendag 24/2020. 

“Kami harapkan gabungan kelompok tani agar kelompok tani dan Kostraling perlu diberikan lagi bantuan alsintan panen dan pasca panen seperti combine harvester, vertikal dryer dan lain sebagainya,” ucapnya.

Terpisah, Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi menuturkan Kementan bersama mitra berkomitmen penuh menjamin serap gabah petani berjalan optimal agar stok beras meningkat dan harga tingkat petani saat panen raya tidak anjlok. Oleh karena itu, Menteri Pertanian dalam berbagai kesempatan meminta Gubernur dan Bupati/ Walikota seluruh Indonesia untuk bersama-sama stakeholder terkait untuk mengamankan stabilitas pasokan dan harga gabah saat panen raya.

“Hal ini juga dimaksudkan untuk memastikan ketersediaan pangan aman dan terkendali, khususnya dalam menghadapi kebutuhan bulan Ramadhan dan Idul Fitri 2021. Untuk itu, Menteri Pertanian mendorong seluruh jajarannya untuk melakukan kerja sama dengan stakeholder terkait, termasuk BUMN Pangan seperti Perum Bulog, PT.Pertani dalam rangka penyerapan gabah petani,” tuturnya.

Sebelumnya dilaporkan bahwa Tim GSGP secara terpadu bersama Kostraling, Pemda dan Bulog, kegiatan serap gabah petani sudah bergerak ke Banten sepakat menyerap 53.000 ton gabah, Jawa Barat 270.000 ton, Yogyakarta 74.775 ton, Jambi 8.000 ton, Lampung 25.000 ton, Sragen 17.580 ton, Karanganyar 15.000 ton, Boyolali 24.092 ton, Grobogan 24.000 ton, Nganjuk 26.592 ton, Maros 2.000 ton, Barru 500 ton, di Sumsel targetnya 95.455 ton, NTB 40.000 ton. Kemudian Kabupaten Tegal 11.000 ton, Brebes 11.000 ton, Sukoharjo 25.000 ton, Kendal 6.200 ton, Pati 16.000 ton, Pesisir Barat 1.500 ton dan juga realisasi serap Kecamatan Terisi Kabupaten Indramayu 750 ton dan beberapa kabupaten lainnya.(*)


BACA JUGA