Peringatan Hari Kebudayaan ketiga digelar di Museum Kota Makassar, Kamis (1/04/2021).

Didampingi Fatma, Danny Berbagi Cerita Budaya, Minta Anak Sekolah Jangan Lupakan Adat

Jumat, 02 April 2021 | 11:48 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Peringatan Hari Kebudayaan Kota Makassar di tetapkan setiap penggalan 1 April. Dan di tahun 2021 ini, merupakan tahun ketiga di gelarnya perayaan tersebut. Kemudian digelar di Museum Kota Makassar, Kamis (1/04/2021).

Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto berbincang banyak hal. Ia didampingi Wakil Wali Kota Makassar, Fatmawati Rusdi dan Ketua Tim PKK Kota Makassar, Indira Jusuf Ismail beserta Plt Kepala Dinas Kebudayaan Makassar, Herfida Attas,

Danny mengajak seluruh warga utamanya generasi penerus bangsa untuk tidak melupakan budaya yang ada. Ia pun meminta murid SD untuk tetap menjaga budaya.

“Hari Kebudayaan Makassar bukanlah perayaan tanpa makna. Hari ini kembali mengingatkan kita akan pentingnya menjaga norma budaya dan menerapkannya dalam kehidupan keseharian kita,” jelasnya.

“Tidak perlu malu dengan bahasa dan dialek, justru itulah yang akan menjadi pengenal atau identitas kita sebagai orang Makassar,” sebut Danny.

Mengambil tema “Rampak Budaya Baru Makassar”, ini menyiratkan sebuah terobosan kebiasaan baru yang harus di lakukan di masa sekarang. Di mana untuk saling menjaga diri dan keluarga.

“Rampak budaya baru Makassar ini yaitu mengajak semua masyarakat Makassar untuk ikut vaksin. Mensukseskan festival vaksinasi untuk membentengi diri dari serangan virus covid-19. Ini juga sebagai awal pemerintah bisa membuka kembali sekolah tatap muka,” ujarnya.

Di hadapan para anak didik juga tenaga pengajar mulai dari SD hingga SMP se-Kota Makassar secara virtual, Danny juga memberikan kesempatan yang ingin bertanya langsung. “Pak Wali Kota, kapanki sekolah lagi?,” ujar murid SD, Andy Abi.

“Sabarki nak, Insha Allah ketika semua guru-guruta’ dan bujang sekolah sudah di vaksin dan memastikan semua dalam kondisi sehat, persiapan tatap muka kembali sudah matang. Bisamiki lagi kembali ke sekolah,” tutur Danny memberi semangat.

Dengan mengenakan pakaian adat, Danny mengatakan agar tidak melupakan jejak sejarah dan budaya tidak tergerus zaman. Olehnya, anak didik di Makassar harus ke Museum Kota Makassar.

“Era boleh berganti tapi budaya harus di pertahankan. Sejarah tidak bisa di lupakan. Saya minta kepada Dinas Pendidikan Makassar semua SD juga SMP harus secara bergiliran berkunjung ke Museum untuk mengetahui jejak masa lampau,” tegasnya.

Di Sulawesi Selatan (Sulsel) sendiri ada 4 etnis yakni Bugis, Makassar, Mandar dan Toraja. Dan sebagai anak Makassar jangan malu. Olehnya itu Wali Kota Danny menyerukan “Inakke Makassar” sebagai simbol kecintaan akan tanah Makassar. (*)


BACA JUGA