Menristek/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro bersama Rektor UNM, Husain Syam pada Wisuda periode April 2021 Tahun Akademik 2020/2021 dalam Rapat Senat Terbuka Luar Biasa di Menara Pinisi, Sabtu (10/04/2021).

Menristek ke Wisudawan UNM: Budaya Inovasi Jadi Kunci Indonesia Maju

Minggu, 11 April 2021 | 12:16 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Bappenas), Bambang Brodjonegoro memberikan orasi ilmiah di Universitas Negeri Makassar (UNM). Orasi ini disampaikannya pada Wisuda periode April 2021 Tahun Akademik 2020/2021 dalam Rapat Senat Terbuka Luar Biasa di Menara Pinisi, Sabtu (10/04/2021).

Pada acara wisuda kali ini digelar dua hari yakni 9 sampai 10 April yang dibagi dalam 4 sesi secara full luring. Ada 2 sesi pagi mulai jam 08:00 WITA dan dilanjutkan siang mulai pukul 14:00 WITA. Kemudian dilanjutkan pada 10 April di jam yang sama.

Kepada para wisudawan dalam orasinya, Bambang untuk memasuki momentum tahun 2045 adalah momentum indonesia emas. Di mana pada cita-cita tersebut budaya inovasi menjadi kunci agar Indonesia dapat menjadi negara maju.

Ia memberikan contoh Korea Selatan dan beberapa negara maju. Menjadi salah satu dari banyak negara yang berhasil keluar dari jebakan pendapatan kelas menengah atau middle income trap dengan melakukan inovasi.

“Melihat pengalaman beberapa negara yang dapat lolos dari kondisi tersebut, seperti Korea Selatan, pengembangan budaya inovasi untuk menjadi kunci untuk dapat menjadi negara maju,” ujar Bambang

Olehnya itu, lanjut Bambang, kunci dari keberhasilan menuju Indonesia emas ialah perubahan pola pikir. Dari ekonomi berbasis sumberdaya alam, menjadi ekonomi yang berbasis inovasi.

“Kunci dari keberhasilan kalau kita pelajari negara maju yang ada adalah pada inovasi, ekonomi berbasis inovasi. Dengan kata lain kita harus mengubah pola pikir kita dari ekonomi yang berbasis sumberdaya alam menjadi ekonomi yang berbasis inovasi,” jelasnya.

Sementara itu, Rektor UNM, Husain Syam, mengatakan kebijakan baru ini diambil sebagai penghormatan kepada para wisudawan dengan menghadirkannya di lokasi. Tentu dengan mematuhi protokol kesehatan (prokes) yang berlaku di tengah pandemi.

“Ini merupakan hal yang istimewa karena wisuda kali ini, di hadiri Menristek, dapat memberi arahan dan motivasi kepada kita semua terkhusus kepada para sarjana yang baru kita kukuhkan hari ini,” ungkapnya.

Pada hari ini, di sesi ketiga ini, yang di wisuda dari Fakultas Ekonomi (FE) sebanyak 51 orang dan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) 103 orang, Fakultas Teknik (FT) 102 orang. Sementara pada sesi empat Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) 101 orang, Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) 159 orang.

Adapun wisudawan terbaik dan tercepat program sarjana, pada priode April 2021 yakni:

Dhea Ayu Rossyana Dewi dengan IPK 3,84 dari Prodi Matematika Fakultas MIPA. Dan Wisudawan tercepat diraih oleh Andi Herdinawaty Heril dalam masa studi 3 tahun 4 bulan dari Prodi Ilmu Keolahragaan FIK. (*)

Tags:

BACA JUGA