Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan 'Danny' Pomanto saat ditemui di Gedung DPRD Kota Makassar, Rabu (03/03/2021).

Hina Danny Lalu Dicopot Sebagai Lurah Pandang, Nawir Lapang Dada

Rabu, 14 April 2021 | 21:43 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Lurah Pandang, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar Muh. Nawir harus melepaskan jabatannya. Ia dicopot lantaran diduga menghina Wali Kota, Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto.

Nawir angkat bicara. Ia mengaku menerima segala konsekuensi yang ada. Termasuk pencopotan dirinya. Ia tetap akan mendukung program Makassar Recover yang diinisiasi Danny Pomanto.

“Alhamdulillah saya terima dengan ikhlas, itulah keputusan pimpinan yang terbaik untuk saya. Saya tetap memberikan dukungan penuh untuk program kebijakannya pak Wali mengenai Makassar Recover,” ucapnya saat dihubungi, Rabu (14/4/2021).

Menurut Nawir, selama ini Kelurahan Pandang mendukung penuh program penanggulangan Covid 19, yakni Makassar Recover. Bahkan, RT/RW di bawah naungan kelurahannya siap untuk itu.

“Saya tidak pernah menghalangi itu, justru saya mendukung penuh karena selama satu tahun kita berjuang melawan Covid-19, saya di depan bersama RT/RW ku itu berhadapan dengan Covid-19 menyelamatkan warga,” terangnya.

Terkait dugaan dirinya menghina Danny Pomanto di grup WhatsApp, ia mengungkapkan bahwa hal itu kesalahpahaman saja. Ia mengaku hanya bermaksud menyampaikan aspirasi RT RW yang terancam dimutasi.

“Itu cuma kesalahpahaman saja. Saya hanya menyampaikan aspirasinya rt rw ku. Itu saja. Tidak ada maksud untuk menghina pak wali karena beliau pimpinan saya,” beber Nawir.

Dikatakan Nawir, pihaknya selalu mendukung seluruh program Makassar Recover. Bahkan pengajuan refocusing anggaran sudah dilakukan di Kelurahan Pandang.

“Itu mi maksud saya penyampaian RT/RW saya. Kalau saya dianggap seperti itu, ya apa boleh buat. Saya terima ji. Saya tetap menghormati beliau sebagai Wali Kota,” katanya.

“Saya tetap mendukung Makassar Recover dan selama ini terlihat ji aktivitas saya mendukung makassar recover dan usulan refocusing juga sudah kita selesaikan, sudah kita ajukan,” pungkas Nawir. 

Sebelumnya, Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Makassar, Munandar membenarkan hal tersebut. Ia menuturkan pencopotan mulai hari ini. 

Dijelaskan Munandar, Nawir menghina Wali Kota Makassar dalam salah satu grup WhatsApp kelurahan. Di dalamnya percakapan tersebut, Nawir menyebut kata pembohong yang ditujukan ke Danny Pomanto.

“Dibebaskan dari jabatannya, antara lain itu ada percakapan grup WhatsApp di kelurahan ada kalimat tidak patut. pembohong kepada wali kota, itu tidak bagus. Tidak patut seperti itu,” katanya.

Munandar menambahkan, percakapan ini terjadi Jumat, (9/4/2021) lalu. Kemudian dalam laporan hasil pemeriksaan juga yang bersangkutan telah mengakui perbuatannya.

“Itu diperiksa itu terbukti dia bersalah dalam LHP dia mengakui perbuatannya,” terang Munandar. 

Lebih lanjut Munandar mengatakan pihaknya belum menemukan penggantinya. BKPSDMD masih mencari sosok yang tepat. Kemudian hasilnya diserahkan ke pimpinan.

“Penggantinya sedang dicari, bisa hari ini bisa besok nanti diajukan, dilihat lagi,” jelasnya.

Olehnya itu, ia memperingatkan kepada seluruh pejabat Pemkot Makassar agar tetap menjaga lisan maupun perbuatan. “Ini kan karena disiplin, ada juga karena kinerja buruk, mungkin diganti,” pungkas Munandar.(*)


BACA JUGA