Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan 'Danny' Pomanto

Punya Segudang Masalah, Danny Salahkan Mantan Pj Wali Kota

Rabu, 21 April 2021 | 20:56 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto mengaku punya banyak masalah yang harus diselesaikannya. Persoalan yang ada dianggap terjadi semasa Penjabat (Pj) menjadi nahkoda sementara di Pemkot.

Pemkot Makassar sebelumnya dipimpin oleh Pj Wali Kota selama dua tahun lalu. Ia memandang bahwa selama itu pula pemerintah seolah mengalami kehancuran.

“Lihat sekarang hancurnya Pemkot. Sampah tidak diangkut, anjal (Anak Jalanan) merajalela, TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan) tidak maksimal. Orang miskin bertambah, tapi di daftar berkurang. PAD (Pendapatan Asli Daerah) hancur,” ujarnya, Rabu (21/04/2021).

Menurut Danny, hal ini dikarenakan banyaknya pejabat yang hanya memikirkan diri sendiri. Tak ayal apabila pelayanan kepada masyarakat jadi tidak maksimal.

“Itu bagian dari kehancuran. Saya yang rasakan sendiri. Jadi bisa dibuktikan lah, itu karena orang memikirkan diri sendiri. Tidak memikirkan rakyat. hancur betul ini barang-barang,” ucap Danny.

“Orang hanya memikirkan diri sendiri, tidak memikirkan rakyat, tidak memikirkan pemerintah, dia pikir dirinya sendiri. Padahal ini uang bukan uangnya kita, uang rakyat,” lanjutnya.

Bahkan, ia mengaku, dengan kondisi yang ada sekarang Pemkot Makassar hampir mustahil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Sebagaimana bila dilihat dari Laporan Hasil Pemeriksaan 2020.

“Kemungkinan tidak dapat WTP juga karena banyak sekali temuan. Sangat pesimis, melihat gambaran temuan besar sekali. Karena itu ada limitnya, kalau tidak salah Rp20 Miliar, tolerance of error. Baru kita kemungkinan di atas 300 temuannya,” katanya.

Namun, Danny belum bisa merincikan temuan apa yang dimaksud tersebut. “Belum tahu, belum ada laporan resminya,” jelasnya.

Ia pun berujar, bahwa Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), juga turut andil dalam penurunan kualitas di Pemkot Makassar. Pasalnya, saat ia sempat tidak menjabat sebagai Wali Kota, KASN melakukan Demosi terhadap pejabat yang dianggapnya bisa membawa Makassar menjadi peraih kota terbaik di Indonesia.

“Siapa yang tanggung jawab? Berarti KASN juga tanggung jawab, karena orang-orang terbaik dulu, yang dapat nomor 1 di Indonesia, itu didemosi, diturunkan jabatannya. Padahal mereka ini membawa Makassar dua kali (terbaik) berturut-turut dan satu kali nomor 2,” jelasnya.

Danny pun menegaskan, atas dasar inilah ia akan melakukan perombakan besar-besaran di lingkup Pemkot. Dan akan dilaksanakan sesegera mungkin.

“Semua kita bongkar, intinya semua yang menggunakan SK Wali Kota, ini harus diresetting, sudah hancur ini barang-barang,” tukas Danny.(*)


BACA JUGA