Kepala Bapenda Kota Makassar, Irwan Adnan/Int

Realisasi Pajak Bapenda Makassar Tembus Rp200 Miliar

Kamis, 22 April 2021 | 14:03 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar melaporkan realisasi pajak telah mencapai Rp200 Miliar lebih atau sudah tembus 15%. Jumlahnya terus meningkat dari laporan terlahir triwulan pertama per 15 Maret sebesar Rp120 Miliar.

“Realisasi sudah diatas Rp200 M,” singkat Kepala Bapenda Kota Makassar, Irwan R Adnan saat dihubungi, Kamis (22/04/2021).

Di awal tahun ini, realisasi dilaporkan masih cukup jauh dari target tahunan yaitu Rp1,3 Triliun. Disebutkan Irwan, sektor pariwisata dikalkulasi masih menjadi sektor yang realisasinya masih minim.

Misalnya, realisasi pajak hotel yang mana berdasarkan laporan tanggal 21 April, dari target Rp70 Miliar realisasi baru mencapai Rp17 Miliar. Hal yang sama juga terjadi pada pajak hiburan yang dilaporkan mencapai Rp2,3 Miliar dari target Rp67 Miliar.

Meski minim, realisasi terhitung menunjukkan tren positif. Ketimbang tahun lalu yang sama sekali tidak ada capaian.

“Jadi kalau saya liat ini memang sekarang masih Covid-19 yah hotel harus kita push. Jadi semua bermuara ke pariwisata yang berafiliasi seperti restoran hotel hiburan itu memang masih berdampak, walaupun trennya sekarang sudah positif kan,” jelas Irwan.

Ia menargetkan pemulihan pajak pariwisata dapat secepatnya normal pada triwulan ke-3. Hal ini juga diharapkan mampu mengejar target ketertinggalan realisasi pajak tahun lalu. Di mana diketahui realisasi sempat di-adjustment hingga Rp850 Miliar dari target Rp1,7 Triliun.

Dikatakannya, juga perlu ada perombakan post to post di seluruh lini. Hal ini dimaksudkan untuk memperbaiki pemasukan Pemkot Makassar.

“Jadi sudah ada tax clearance, ini perlu optimalisasi pendapatan daerah melalui pajak daerah dan retribusi. Dari tingkat bawah sampai atas itu harus jalan semua,” sambung Irwan.

Selain upaya tersebut modernisasi lewat digital perlu didorong untuk meningkatkan akuntabilitas pemasukan. Irwan mengatakan pihaknya saat ini tengah mendorong adanya digitalisasi pajak daerah lewat Laskar Pajak Digital. Upaya ini diklaim mampu meningkatkan pajak dengan menjanjikan akses kemudahan bagi seluruh wajib pajak.

“Jadi semua terintegrasi nanti, lewat BI, lewat Bank Sulselbar dan itu lewat barcode jadi memudahkan masyarakat,” pungkasnya.

Di tempat terpisah, Sekretaris Bapenda Makassar, Ibrahim Akkas mengatakan peningkatan retribusi pajak memang sudah sepatutnya didorong lewat upaya digitalisasi tersebut. Ini juga sejalan dengan misi Wali Kota yang mengharapkan adanya kota smart.

“Inikan transaksi digital ini sejalan dengan keinginan Wali Kota sampai kelurahan RT dan RW. Makanya ada keinginan pimpinan bagaimana pembayaran dan transaksi digital bisa dilakukan sampai level RT dan RW kita gandeng bersama Bank Sulselbar. Ini memudahan masyarakat untuk pembayaran pajaknya,” jelasnya.

Di sisi lain, upaya ini juga akan memberikan keuntungan baru bagi masyarakat lewat agen pajak. Nantinya agen akan memperoleh tip per transaksi yang akan dibayarkan secara berkala oleh Bank Sulselbar.

“Di sisi lainnya benefitnya RT dan RW terkait dengan pemulihan ekonomi, jadi setiap transaksi itu RT dan RW juga dapat untuk setiap transaksi. Itu tergantung dari transaksi pajak itu dibayarkan oleh bank Sulselbar jadi tidak ada anggarannya,” katanya.

“Di satu sisi makin mudah bayar pajak dan transaksi mudah menggunakan Qris bank indonesia kemudahan untuk efek ekonomi setiap transaksi bisa dapat benefit,” tukasnya. (*)


BACA JUGA