FOTO: Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan 'Danny' Pomanto/Senin, 22 Maret 2021/Agung Eka/GOSULSEL.COM

Siap-siap, Danny Lebih Dulu Mutasi Pejabat Eselon III Mulai Camat Hingga Sekdis

Sabtu, 24 April 2021 | 13:19 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto segera memulai gelombang mutasi di lingkup Pemkot. Restu dari Kemendagri pun sudah didapatnya.

Sebagai langkah awal, mutasi akan difokuskan lebih dulu ke pejabat eselon III dan IV. Mereka yang masuk golongan ini ialah Camat, Sektretaris Dinas, Kepala Bidang Dinas, Kepala Bagian Pemkot, dan Lurah. Bahkan, RT dan RW tak luput untuk diganti nantinya.

Diungkapkan Danny, kinerja dan loyalitas menjadi pertimbangan dirinya untuk mengganti pejabat. Apalagi Makassar terancam tidak mendapat predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). 

15 Camat kini harap-harap cemas. Mereka berpeluang besar akan diganti oleh Danny. Apalagi, anggaran Rp300 Miliar menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan tidak bisa dipertanggungjawabkan.

“Saya kira jelas sekali kinerja, loyalitas. kau liat nanti kan tidak dapat WTP. Kemungkinan besar tidak dapat WTP. Masa saya mau pertahankan yang begini,” ujar Danny, Jumat (23/04/2021).

Dari segi kinerja, Danny tahu orang-orang yang bisa bekerja. Di bawah kepemimpinannya, Kota Makassar selalu meraih WTP secara berturut-turut. Dengan begitu, pejabat lama termasuk Camat berpotensi kembali ke jabatannya.

“Tetap semua dievaluasi, bukan tidak disuka langsung diganti. Tidak boleh,” jelas Danny.

Tak hanya masalah keuangan, masalah sosial di Kota Makassar juga sama buruknya. Seperti data kemiskinan yang bertambah tetapi data penerima bantuan malah berkurang.

“Bisa dilihat, betapa hancurnya pemerintahan. Sampah tidak diangkut, anjal merajalela, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) tidak maksimal. Orang miskin bertambah tapi di daftar berkurang, Pendapatan Asli Daerah (PAD) hancur,” keluh Danny.

Walau begitu, Danny memastikan, pejabat yang ia pilih nantinya bukan karena adanya unsur politik atau balas dendam. Mereka yang dipakai adalah orang yang bisa bekerja dan mendukung Makassar Recover.

“Kalau saya dan ibu Fatma akan menyusun kabinet dan tidak ada politik,” tukas Danny.(*)


BACA JUGA