Warga satu Kampung di Takalar ramai-ramai beli mobil setelah menerima uang ganti rugi lahan.
#

Viral! Warga Satu Kampung di Takalar Kaya Mendadak, Ternyata Ini Sebabnya

Jumat, 21 Mei 2021 | 15:27 Wita - Editor: Dilla Bahar -

TAKALAR, GOSULSEL.COM–Salah satu kampung di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan tiba-tiba viral. Warga kampung itu viral lantaran ramai-ramai membeli mobil mewah dan motor.

Kampung itu terletak di Desa Kale’ Komara, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar.

Warga di kampung tersebut menerima uang milliaran rupiah setelah menerima uang pembayaran lahan bendungan Pammukulu.

Sedikitnya ada sekitar 460 warga di kampung tersebut menerima uang pembayaran ganti rugi lahan bendungan Pammukulu. Total uang yang mereka terima senilai Rp 107 milliar.

Salah seorang warga kampung Kale’ Ko’mara, Parawansyah Dg. Beta menuturkan bahwa, hasil dari ganti rugi lahan milik warga atas pembangunan bendungan dibelikan beberapa kebutuhan seperti mobil, motor, rumah dan lahan kebun.

“Alhamdulillah warga disini dapat rejeki melimpah dari hasil ganti rugi pembangunan bendungan,” katanya saat ditemui media belum lama ini.

Uang hasil ganti rugi lahan itu kata Parawansyah Dg Beta dibelikan mobil mewah oleh warga. Tak hanya mobil, rata-rata warga juga membeli motor, rumah dan ada yang kembali membeli kebun sesuai kebutuhan.

Parawansyah bercerita bahwa, uang hasil ganti rugi lahan bendungan Pammukulu yang dinikmati warga saat ini adalah hasil perjuangan yang tidak mudah.

Dirinya bersama warga lain harus bolak-balik Jakarta- Takalar dan bertemu beberapa pemangku kepentingan di Sulsel untuk membicarakan hasil ganti rugi lahan.

“Dulunya, lahan warga hanya dinilai Rp 3.200 permeter oleh tim Apprasial. Tetapi setelah berjuang beberapa lama akhirnya tanah warga dihargai Rp 20.000 permeter,” terangnya.

Perjuangan yang dilakukan Parawansyah bersama warga itu dimulai tahun 2017 lalu. Mereka meminta lahan warga diberi harga Rp 20.000 permeter.

“Alhamdulillah setelah melakukan pertemuan dengan anggota DPR-RI dan sejumlah pemangku kepentingan, akhirnya tahun 2021 permintaan warga dipenuhi,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Takalar, Muhammad Naim saat dikonfirmasi, Jum’at (21/5/2021) mengatakan, hingga saat ini masih ada sekitar 450 warga yang akan menerima uang ganti rugi lahan.

“Ada sekitar 450 warga yang masih akan menerima pada tahap selanjutnya dengan total 488 bidang tanah. Untuk nilainya masih belum ada. Sebab masih di nilai Tim Apprasial,” pungkasnya. (*)

Reporter: Endra Sahab