Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan 'Danny' Pomanto/Ist

Rugi Rp10 M Akibat 60 Kasus Kebakaran, Danny Siapkan Pemadam Lorong

Senin, 14 Juni 2021 | 22:15 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Sebanyak 60 kebakaran terjadi di Kota Makassar. Data ini dicatat oleh Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) terhitung sejak Januri sampai 11 Juni 2021.

Kerugian materil ditaksir mencapai Rp10,8 Miliar lebih. Itu sudah dikalkulasikan dari 60 kebakaran yang terjadi di Kota Makassar.

Maraknya kebakaran yang terjadi membuat Danny mencari cara agar kebakaran tidak menyebar luas. Salah satunya menyiapkan Pemadam Kebakaran Lorong (PK Rong).

“Strateginya pemadam kebakaran lorong, itu harus segera makanya di RPJMD masif soal PK rong. Kalau perlu dibikin oleh bengkel Makassar semua bikin di Makassar saja sistim nya. Motor pemadam kebakaran kita bikin,” ujar Danny, Senin (14/06/2021).

Adapun kebakaran paling banyak terjadi disebabkan korsleting listrik, yakni 39 kasus. Disusul kompor meledak dan tabung gas yang bocor.

Sehingga, Danny meminta agar PLN memperketat pengawasan. Dan melakukan peremajaan kabel listrik di Kota Makassar.

“Saya selalu komplain PLN, mana tanggung jawabnya PLN karena hampir 99 persen akibat arus pendek listrik. Hingga pengawasan listrik harus diperketat, kan tidak mungkin (kami) urusi listrik itu,” terangnya.

“Saya berharap PLN membantu Pemkot. Memang sekarang ini terlihat secara teknis banyak kualifikasi kabel tidak qualified, orang pakai kabel yang gampang terbakar, coba kita lihat sekarang rata-rata kabel,” lanjutnya.

Ia pun berencana, akan segera mengganti seluruh kabel di Kantor Balaikota Makassar. Ini untuk menghindari hal yang tak diinginkan.

“Termasuk di balaikota saya mau ganti kabel itu karena ini masalah kabel dan standarisasi elektrikal ini perlu, saya sudah bicara sama GM PLN, nanti di agendakan,” jelasnya.

Lebih lanjut Danny berencana mengalihkan kabel listrik ke bawah tanah. Hal ini juga bisa menambah jalur penghijauan. Apalagi banjir sering terjadi di Kota Makassar. 

Sehingga dinilai berbahaya bagi keselamatan masyarakat. “Salah satu cara saya ingin membuat sistem kabel bawah tanah,” tukasnya. (*)