Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan 'Danny' Pomanto dan Kepala BPTD Wilayah XIX Sulselbar, Suria Abdi meninjau lokasi rencana pembangunan pelabuhan penyeberangan baru di samping Polres Pelabuhan, Senin (14/06/2021)

Kemenhub-Pemkot Segera Bangun Pelabuhan Penyeberangan Baru di Makassar

Selasa, 15 Juni 2021 | 00:33 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI berencana membangun pelabuhan penyeberangan baru di Makassar. Pemkot pun siap memfasilitasi.

Wacana ini muncul usai Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto bertemu Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) wilayah XIX Sulselbar, Suria Abdi. Keduanya meninjau lokasi rencana pembangunan pelabuhan tersebut di samping Polres Pelabuhan, Senin (14/06/2021).

Disampaikan Danny, pelabuhan penyeberangan baru sejatinya sangat dibutuhkan oleh Makassar. Alih-alih memebanahi Kayu Bangkoa, pihaknya justru memilih membangun pelabuhan baru dengan menyiapkan lokasi yang ideal.

“Saya nyatakan Pemkot siap, apalagi dananya cukup besar, Rp72 Miliar. Sehingga, saya menganggap rugi Pemkot kalau tidak mempersiapkan ini dengan baik,” ujarnya.

“Makanya tadi kami diskusi tentang tempatnya, dan dalam feeling keperhubungannya beliau (Suria Abdi) dan teman-teman, lebih bagus di sini daripada di sebelah (Kayu Bangkoa),” sambung Danny.

Adanya kesepakatan ini, diungkapkan Danny, segala administrasi untuk memulai pembangunan akan segera dilengkapi. Ia menargetkan bisa rampung selama sebulan.

“Saya nyatakan satu bulan ini saya siapkan dokumennya,” ungkap Danny.

Ia memastikan pelabuhan penyeberangan baru ini akan memadai. Mengingat luasnya memungkinkan kendaraan terparkir dengan rapi ketika pengunjung hendak berlayar. Begitu juga kapal yang dengan muatan lebih besar juga bisa bersandar.

“Di sini lebih enak mengembangkannya karena kita bisa mendapatkan 1,5 hektar area untuk parkir mobil apa semua, bisa Ro-ro jadi ke pulau itu bisa naik motor, naik mobil langsung ke pulau-pulau yang lebih besar,” jelasnya.

Sementara itu, Suria Abdi memastikan pembangunan bisa dilakukan secepatnya. Olehnya, Pemkot harus bisa menyelesaikan dokumen perencanaan secepatnya agar langsung bisa diusulkan ke pusat.

“Nanti kita akan usulkan. Kan ini ada dokumen perencanaan, antara lain tadi Feasibility Studi (FS), Detail Engineering Design (DED), Andalalin, kemudian sertifikat lahan ini, setelah sertifikat dialihkan ke Kemenhub, baru nanti kami akan usulkan penganggarannya,” jelasnya.

Suria Abdi sebelumnya juga telah menerima usulan Danny untuk membuat pelabuhan penyeberangan di lokasi baru. Ia berharap lokasi itu, tidak ada lagi persoalan terutama untuk menyelesaikan dokumen perencanaan.

“Kalau proses dokumen tahun ini selesai, kan ini sudah pertengahan tahun di mana memang awal perencanaan ini oleh CPI, kemudian dari CPI beralih lagi ke Kayu Bangkoa,” lanjutnya.

“Kemudian setelah dikaji lagi oleh Pak Wali, Kayu Bangkoa tidak memungkinkan. Lebih memungkinkan di Pelabuhan Panyua, sementara pannyua ini kan belum mempunyai dokumen perencanaan,” tutup Danny.(*)