DPRD Mimika dan Pemkot Makassar berfoto bersama di Ruang Sekda Lantai 9 Balai Kota Makassar, Senin (21/06/2021)

DPRD Mimika Studi Banding ke Pemkot, Bank Sampah Makassar Jadi Percontohan

Senin, 21 Juni 2021 | 14:46 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mimika, Papua bertandang ke Pemkot Makassar. Mereka kemudian belajar mengenai pengelolaan sampah.

Dari DPRD Mimika, dihadiri oleh pimpinan dan Komisi C. Kemudian disambut oleh beberapa pejabat Pemkot. Diantaranya, ada Asisten II, Sittiara Kinnang, Sekretaris DLH, Iskandar, dan Kabag Hukum, Hari. Juga hadir Ketua Asosiasi Bank Sampah Indonesia (ASOBSI), Saharuddin Ridwan.

Kedua pihak bertemu di Ruang Rapat Sekda Lantai 9 Balai Kota Makassar, Senin (21/06/2021). Kedatangan DPRD Mimika bermaksud untuk belajar mengelola sampah secara terpadu.

Wakil Ketua DPRD Mimika, Aleks Tsenawatme menilai penanganan sampah di Makassar telah dilakukan dengan baik. Terlebih dengan hadirnya Bank Sampah.

“Sangat bersyukur sekali, di sini kami bisa mendapatkan banyak hal terkait pengolaaan sampah. Dan kami lihat Makassar di Indonesia Timur sebagai kota yang bersih,” ujarnya,

Mengenai Bank Sampah, ia berharap Mimika juga bisa menerapkan program yang serupa. Rencana, pihaknya bakal mengundang ASOBSI untuk bisa membantu mereka.

“Mudah-mudahan dalam waktu ini kita juga pulang, semoga kita bisa undang beliau (Saharuddin Ridwan) dan bisa memberikan sosialisasi pengelolaan sampah di Timika,” sambungnya.

Sementara itu, Ketua ASOBSI, Saharuddin Ridwan mengapresiasi kedatangan dari DPRD Mimika. Pihaknya pun, kata dia, siap untuk membantu mensosialisasikan sampah pengelolaan sampah terpadu.

“Mereka tertarik dan ingin mengajak bekerjasama. Kami akan senang hati membantu,” kata pria yang akrab disapa Sahar ini.

Demikian juga dengan regulasi penanganan sampah terpadu. Pembuatan dokumen Kebijakan Strategis Daerah (Jakstrada) terkait pengelolaan sampah akan dibantu oleh pihaknya.

“Kita akan mendorong bagaimana membuat Jakstrada. Selama ini rupanya mereka tidak punya itu. Dokumen itu dibuat agar mereka bisa melakukan pengelolaan sampah secara terpadu,” tukasnya.(*)