Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan 'Danny' Pomanto (tengah) saat ditemui di Hotel Claro, Selasa (25/05/2021)/Ist

Danny Sebut Tempat Tidur di RS Covid-19 Makassar Baru Terisi 9,9 Persen

Senin, 28 Juni 2021 | 23:40 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto melaporkan keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di rumah sakit (RS) Covid-19. Yakni baru mencapai 9,9 persen.

Angka ini masih jauh dari ambang batas aman BOR RS dari Organsiasi Kesehatan Dunia atau WHO. Di mana ditetapkan sebesar 60-80 persen.

“Rumah Sakit Daya dari 35 tempat tidur, 3 terisi, 1 ICU. RS Dadi tadi juga begitu, cuma 5 persen Kalau laporan yang saya terima 9,9 persen dari 1400 bed di kota Makassar, hanya 40 yang terisi,” kata Danny.

Menurutnya, ketersediaan tempat tidur di rumah sakit masih berada pada fase aman. Sehingga, pihaknya masih bisa merawat dan melakukan isolasi lebih banyak pasien Covid-19.

Di sisi lain, untuk mencegah penularan Covid-19 di masyarakat, Danny mengatakan per 1 Juli tim Detektor Covid-19 akan mulai bekerja. Tugasnya, melacak kasus dari rumah ke rumah.

“1 Juli kita akan launching ini Detektor Covid-19 untuk turun ke bawah, dia memantau semua RT. Kalau ada orang yang kena (positif) lalu isolasi mandiri, detektor yang pantau, termasuk obatnya,” ujar Danny.

Pemkot Makassar berkomitmen untuk transparan soal data dan angka kasus Covid-19. Danny mengatakan tim Detektor Covid-19 bakal menginput data setiap bulan. 

Pihaknya sudah menyiapkan 10 ribu tim Detektor Covid-19, 5 ribu tenaga kesehatan, dan 306 dokter. Selebihnya 200 orang dari kalangan TNI dan Polri.

Detektor Covid-19 bakal menggunakan alat GeNose untuk melacak kasus Covid-19. Sebanyak 306 tenaga kesehatan mengikuti pelatihan ihwal penggunaan alat GeNose di Kota Makassar. 

Bimbingan teknis tersebut berlangsung di Hotel Four Points by Sheraton. Berdasarkan pantauan, para petugas mengikuti arahan dari pemandu terkait penggunaan alat GeNose. 

Para petugas tampak antusias mengikuti pelatihan tersebut. Pendeteksi Covid-19 dengan metode embusan nafas ini dinilai memiliki akurasi yang tinggi dalam melacak kasus. 

Sebab itu, pemerintah kota bakal menggunakan alat tersebut untuk menyisir kasus dari rumah ke rumah.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar Hadijah Iriani menyebut pelatihan alat GeNose tersebut untuk persiapan tes GeNose di kelurahan. “Masing-masing satu kelurahan satu alat GeNose, tujuannya untuk screening kesehatan masyarakat,” kata Iriani, Senin, (28/06/2021).

Para medis dan Detektor Covid-19 yang berjumlah 15.306 bakal menggunakan alat GeNose. Itu sebagai alat screening kesehatan bagi 300 ribu rumah di Kota Makassar atau 1,5 juta jiwa.

Pelatihan ini, kata Iriani, untuk operasional petugas GeNose yang terdiri dari petugas kelurahan dan para medis di puskesmas. “Kami minta 1 kelurahan 1 operator, 153 dari kelurahan, dan masing-masing Puskesmas itu 3 agar bisa bergantian proses pemeriksaannya,” tuturnya.

Nantinya GeNose tersebut bakal disimpan di center kesehatan yakni kontainer. Namun, hingga saat ini kontainer di kelurahan belum tersedia, sebab itu untuk sementara dialihkan ke kantor kelurahan.

“Untuk sementara ditempatkan di kantor kelurahan, tesnya di kantor lurah sambil dibenahi ini,” tukasnya.(*)


BACA JUGA