Tetap Waspada Agar Tak Terperdaya dengan Kemudahan Belanja di Dunia Maya

Jumat, 02 Juli 2021 | 13:15 Wita - Editor: Muhammad Fardi -

MINAHASA, GOSULSEL.COM – Rangkaian Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siber Kreasi bersama Dyandra Promosindo kembali menggelar kegiatan diskusi virtual pada Jumat (2/7/2021) di Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara.

Kolaborasi ketiga lembaga tersebut dikhususkan pada penyelenggaraan Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kegiatan kali ini adalah “Bagaimana Berbelanja Online dengan Dompet Digital”.

Dalam acara tersebut hadir empat narasumber, yaitu Brando G Sumampow selaku OVO City Manager, Sari Insaniwati selaku Perencana Keuangan Mitra Rencana Edukasi, Kristian Oka selaku jurnalis Harian Kompas, serta Firjie ET Massie selaku selebgram. Sedangkan moderator acara ini dibawakan oleh Febrina Stevani salah seorang konsultan komunikasi. Pada episode kali ini diikuti oleh 499 peserta dari berbagai kalangan

Pembicara pertama, Brando G Sumampouw, memaparkan materi tentang keahlian digital dengan tema “Cara Menggunakan Dompet Digital dalam Transaksi”.

Dia mengatakan, kehadiran dompet digital sangat memudahkan masyarakat karena bisa digunakan dalam berbagai transaksi. Agar aman, ada sejumlah kiat dalam penggunaan aplikasi pembayaran digital, antara lain belanja di situs terpercaya, hindari kontak langsung dengan penjual, rutin mengganti kata sandi, tidak memberikan OTP kepada siapapun, teliti detail biaya belanja, serta cermat membaca ketentuan yang ada.

“Tidak usah merespon tautan atau telepon tak dikenal, apalagi yang menanyakan data pribadi seperti nomor identitas,” pesan Brando.

Kristian Oka, sebagai pemateri kedua, membawakan materi tentang etika digital dengan tema “Memahami Aturan Berbelanja di Dunia Digital”. Menurut dia, kendati bertransaksi di internet tidak dilakukan secara tatap muka, namun warganet harus tetap menjunjung nilai-nilai sosial.

Beberapa etiket yang harus dikedepankan dalam berinteraksi baik di dunia maya maupun nyata, antara lain kejujuran, menghargai orang lain, sopan santun, serta menjaga privasi diri sendiri.

“Pemerintah juga telah menghadirkan UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) sebagai payung hukumnya,” katanya.

Materi selanjutnya disampaikan oleh Sari Insaniwati yang membahas kultur digital bertema “Pilih Mana Menabung atau Berbelanja Online”. Ia mengungkapkan, alasan warganet memilih belanja daring terkait kondisi keuangan adalah harga yang lebih murah, banyak promo, dan diskon.

Belanja daring akan hemat kalau dilakukan sesuai daftar dan kebutuhan serta menghindari fasilitas cicilan.

“Dompet digital sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk investasi. Beberapa dompet digital sudah bekerja sama dengan lembaga keuangan sehingga bisa berinvestasi ataupun menabung,” ujar dia.

Selanjutnya, Firjie ET Massie, membahas keamanan digital dengan tema “Main Aman saat Belanja Online”. Ia menyatakan, jumlah penipuan daring mencapai 1.500-an kasus per tahun.

“Ciri-ciri penipuan daring diantaranya, harga barang jauh lebih murah, menolak pembayaran di tempat, informasi dan deskripsi produk yang minim, serta rekam jejak toko yang tidak jelas,” imbuhnya.

Peserta dalam webinar di Minahasa Tenggara ini cukup antusias. Salah satu peserta, Frilia Fitria, bertanya tentang hal-hal yang harus dilakukan agar tak tertipu dalam belanja daring. Firjie menjawab, langkah utama yang perlu diperhatikan adalah cermat memeriksa reputasi toko penjual. Panitia seminar virtual menyediakan 10 voucher dengan nilai masing-masing Rp100.000 yang akan diberikan kepada 10 penanya terbaik.

Kegiatan Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif dari para narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.(*)


BACA JUGA