Petugas gabungan memberikan imbauan terkait PPKM ke pedagang pasar Sambung Jawa dan Senggol, Kamis (08/07/2021)/Ist

PPKM Diperketat, Pedagang Pasar Senggol Makassar Dilarang Berjualan

Kamis, 08 Juli 2021 | 20:13 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Pemkot Makassar telah menerbitkan Surat Edaran terkait perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang diberlakukan di pusat perbelanjaan. Aturan diperketat. Segala aktifitas perdagangan hanya diizinkan beroperasi sampai pukul 17.00 WITA.

Aturan ini juga berlaku kepada sejumlah pedagang Pasar Senggol yang sudah dikenal masyarakat sebagai pasar malam. Yang harus dihentikan untuk sementara waktu terhitung mulai tanggal 6 hingga 20 Juli 2021.

Pihak Direksi PD Pasar langsung melakukan sosialisasi ke sejumlah pedagang. Mereka memberikan imbauan dengan mengedarkan surat tersebut. Imbauan ini sempat mendapat reaksi dari para pedagang yang tidak terima dengan adanya aturan itu.

“Bagaimana mungkin pak, kami ini buka jam 4 sore. Itupun kami baru memasang rangka selesai jam 5 tiba-tiba harus diminta tutup kembali,” keluh salah seorang perwakilan pedagang saat melakukan pertemuan dengan sejumlah Direksi PD Pasar di Kantor Unit Pasar Sambung Jawa, Kamis (08/07/2021).

Menanggapi keluhan para pedagang, Direktur Operasional (Dirops) PD Pasar Makassar Raya, Saharuddin Ridwan mengatakan pihaknya hanya menjalankan perintah. Olehnya, para pedagang diminta bersabar.

“Kami ini hanya menjalankan perintah, sesuai surat edaran tersebut. Kami hanya diberi ijin jam operasional hingga jam 5 sore. Dan kami tidak punya wewenang untuk mengubah kebijakan tersebut,” ujarnya.

Sementara, Direktur Umum PD Pasar, Nuryanto G. Liwang saat menghadapi perwakilan pedagang menyampaikan apa pun yang dikeluhkan para pedagang merupakan keluhan pihak PD Pasar juga. Akan tetapi keputusan tidak dapat ditawar.

“Kami memang sudah berhadapan dengan para pedagang sejak kemarin. Yang datang silih berganti meminta dicarikan solusi. Tapi agak susah kami toleransi karena ini merupakan kebijakan dari pusat. Jadi satu satunya jalan adalah kita terima dulu kebijakan ini karena ini berlaku secara umum. Tidak ada tawar menawar,” jelas Anto.

Hal yang sama disampaikan Direktur Utama (Dirut) PD Pasar, Basdir mengatakan jika apa yang menjadi keinginan pedagang adalah juga keinginan pihak PD Pasar. Tetapi, karena ada kondisi seperti ini harus dimaklumi.

“Berkaitan dengan keinginan pedagang itu juga menjadi keinginan kami, siapa sih yang tidak mau kalau pedagang harus bisa menjual kembali. tapi karena kondisi seperti ini maka harus kita maklumi dan harus dipatuhi. Kami berharap pedagang bisa menghargai itu, kita menunggu bagaimana kelanjutannya nanti,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, dalam pertemuan itu para pedagang berharap bisa diberi keleluasaan berdagang di pagi hari hingga sore untuk mengganti jadwal jualan mereka yang malam hari. Akan tetapi jajaran Direksi PD Pasar mengaku tak bisa mengambil keputusan sepihak tanpa ada persetujuan dari Pemkot Makasar. Sehingga apa yang menjadi aspirasi para pedagang nantinya akan disampaikan ke Wali Kota Makassar.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Camat Mariso, Arsyal K, Sekcam Mariso, Patahullah AP, Waka Polsek Mariso, AKP. Ramli, dan Danramil Mariso, Mayor Inv. YuliusSerta sejumlah tim Ketertiban PD Pasar serta Sat Pol PP Kecamatan Mariso.(*)


BACA JUGA