Penjual bunga kuburan di depan Makam Covid-19 di Jalan Poros Macanda Gowa

Penjual Bunga Kuburan di Makam Macanda Gowa Raih Keuntungan di Masa Pandemi

Rabu, 28 Juli 2021 | 22:34 Wita - Editor: Andi Nita Purnama -

GOWA, GOSULSEL.COM — Penjual bunga kuburan di depan tempat pemakaman khusus Covid-19 di Jalan Poros Macanda Gowa bisa meraih keuntungan di masa pandemi saat ini.

Keuntungan itu meningkat seiring banyaknya keluarga korban yang meninggal diduga Covid-19 melakukan ziarah di tempat pemakaman tersebut.

Salah seorang penjual bunga kuburan, Haerul (42) mengaku, keuntungan menjual bunga kuburan baru meningkat setelah jenazah Covid-19 yang dimakamkan di Macanda bertambah.

“Sekarang pi baru banyak yang beli bunga,” kata Haerul saat ditemui media, Rabu (28/7/2021).

Haerul menuturkan, keuntungan yang diperoleh dari hasil menjual bunga bisa mencapai Rp 70.000 hingga Rp 100.000 per hari.

Harga bunga kuburan yang dijual Haerul bervariasi. Mulai dari Rp 5.000 ribu hingga Rp 15.000.

“Tergantung paketnya, saya juga jual air, satu botol itu harganya 2 ribu,” tuturnya.

Haerul mengaku telah menjual bunga tabur jauh sebelum Covid-19 masuk ke Indonesia, khususnya di kabupaten Gowa.

“Sudah 30 tahun jualan bunga, sebelum ada Covid-19. Karena sepanjang jalan Macanda ini ada beberapa kuburan,” ungkapnya.

Dia menambahkan jika pekerjaan jual bunga kuburan ini merupakan salah satu sumber mata pencarian untuk menghidupi keluarganya.

“Sempat jual ikan disini, sambil jual ikan saya coba jual bunga hingga sampai sekarang,” pungkasnya.

Beberapa pekan terakhir, jumlah jenazah Covid-19 yang dimakamkan di Macanda Gowa mengalami peningkatan.

Bahkan, pemakaman jenazah Covid-19 milik Pemprov Sulsel ini sudah hampir penuh.

“Pemakaman jenazah Covid-19 milik Pemprov Sulsel di Macanda sudah hampir penuh. Saya sudah koordinasi dengan penggali kubur dan petugas disana kurang lebih seratus jenazah lagi yang bisa masuk,” ujar Tambunan, Rabu (28/7/2021).

Tambunan menyebutkan, sejak beberapa bulan terakhir jenazah diduga Covid-19 yang dimakamkan di Macanda mengalami peningkatan.

“Satu hari sekitar 5 jenazah yang di makamkan, mulai pagi hingga malam hari jenazah terus masuk ke pemakaman di Macanda,” katanya.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun hingga Selasa (27/7/2021) kemarin, jumlah jenazah Covid-19 yang telah dimakamkan di Macanda mencapai 1.152 orang.

Rinciannya, laki laki sebanyak 688 orang sementara perempuan 464 orang.

“Kami menghimbau kepada masyarakat agar tatap disiplin protokol kesehatan serta membantu mendukung program PPKM yang berlaku,” pungkas Tambunan.(*)

Reporter: Endra Sahab