Direktur Eksekutif BI Sulsel, Budi Hanoto/Int

BI Sulsel: Juli 2021, Kenaikan Harga Obat Picu Inflasi

Rabu, 04 Agustus 2021 | 13:46 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Pada bulan Juli 2021, Sulawesi Selatan (Sulsel) mengalami inflasi sebesar 0,09% (mtm). Atau terjadi peningkatan ketimbang bulan sebelumnya yang tercatat deflasi sebesar -0,25%.

Walau begitu, Sulsel secara keseluruhan baik tahunan maupun tahun kalender sebesar 2,00% (yoy) dan 1,51% (ytd). Artinya, masih berada dalam sasaran target inflasi nasional yaitu 3,0±1% pada tahun 2021.

Secara bulanan, inflasi Sulsel dipengaruhi oleh kelompok kesehatan sebesar 0,70% (mtm), pakaian dan alas kaki sebesar 0,21%, dan rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,21%. Serta kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,20%.

“Kenaikan harga pada kelompok kesehatan dipengaruhi oleh naiknya harga obat. Selanjutnya kenaikan pada kelompok pakaian dan alas kaki dipengaruhi oleh naiknya harga seragam sekolah anak,” kata Direktur Eksekutif BI Sulsel, Budi Hanoto, Rabu (04/08/2021).

Adapun kenaikan harga pada kelompok makanan, minuman dan tembakau terutama dipengaruhi naiknya harga cabai rawit, ikan layang/benggol dan kangkung. Inflasi yang lebih tinggi tertahan oleh penurunan harga pada kelompok transportasi yang dipengaruhi oleh penurunan tarif angkutan udara.

“Inflasi tahun 2021 diperkirkan tetap terkendali dan berada dalam target sasaran. Olehnya, mengantisipasi terjadinya potensi kenaikan tekanan inflasi, Bank Indonesia bersama dengan instansi yang tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melakukan serangkaian strategi pengendalian inflasi,” tukas Budi.

Ada beberapa strategi yang dilakukan. Seperti koordinasi untuk antisipasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di sejumlah daerah di Indonesia termasuk di Sulsel, penyaluran beras PPKM untuk Keluarga Penerima Manfaat dalam Program Keluarga Harapan dan Bantuan Sosial Tunai, pelaksanaan pasar murah dan operasi pasar untuk menjaga kestabilan harga; dan optimalisasi sidak pasar dan pemantauan harga jelang Idul Adha secara langsung di lapangan maupun melalui PIHPS. (*)


BACA JUGA