Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan 'Danny' Pomanto saat ditemui di kediamannya, Jalan Amirullah, Jumat (09/07/2021)

Mencari Kasus Covid-19, Pemkot Makassar Bentuk 1000 Posko

Kamis, 05 Agustus 2021 | 21:58 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar terus menggenjot pelacakan kasus Covid-19. Itu dilakukan untuk memisahkan antara orang yang terpapar Covid-19 dengan orang sehat.

Penerapan 3T, yakni testing, tracing, dan treatment menjadi hal penting untuk memetakan lonjakan penularan kasus Covid-19. Angka pelacakan kasus Covid-19 paling tidak harus memenuhi standar Organisasi Kesehatan Dunia.

Bila mengacu pada Standar WHO, pelacakan dilakukan terhadap 30 orang yang berkontak erat dengan seseorang yang terkonfirmasi terpapar Covid-19. Kota Makassar mesti memenuhi standar itu.

Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto menyebut telah menyiapkan seribu posko Covid-19 pada level RW. Menurutnya, pelacakan kasus Covid-19 penting untuk memotong mata rantai penyebaran virus.

“Sekarang pekerjaan terbesar adalah mencari (kasus Covid-19),” kata Danny, Rabu (04/08/2021).

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Makassar bertugas memberi pelatihan (training) terhadap Detektor Covid-19. Pelatihan tersebut mulai berlangsung pada Kamis, 5 Agustus 2021 lewat daring.

“Kami akan training sekaligus di posko 24 jam ini. Dari posko inilah, dia akan memotivasi orang-orang untuk memisahkan antara orang sakit dan sehat,” kata Danny.

Pemerintah kota, kata Danny, akan meningkatkan pelacakan dan pengetesan kontak erat dengan melibatkan berbagai pihak. “Terutama di rumah-rumah agar mereka semua sadar,” tutup Danny.(*)


BACA JUGA