Juru Bicara Penanganan Covid-19, dr Broto Asmoro saat konferensi pers secara virtual, Rabu (18/08/2021)

Dokter Reisa: BOR Nasional 39,5%, PPKM Jadi Kunci

Kamis, 19 Agustus 2021 | 00:06 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

JAKARTA, GOSULSEL.COM — Juru Bicara (Jubir) Penanganan Covid-19, dr Broto Asmoro menyebut Bed Occupancy Rate (BOR) secara nasional telah turun drastis. Kini sudah mencapai 39,5%

“Kado kemerdekaan kita ialah berita baik penanganan Covid-19. BOR secara nasional 39,5% turun dari hari sebelumnya yakni 40,51%,” kata Reisa saat konferensi pers secara virtual, Rabu (18/08/2021).

Rumah sakit saat ini, disampaikan Reisa, tidak lagi banyak merawat pasien. Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 telah melandai sejak Juli 2021 lalu.

“Kasus aktif hari ini adalah 343.203 turun drastis dari puncaknya yang mencapai 600.000 orang di bulan lalu. Sekali lagi doa kita terkabul doa saat kita menyambut tahun baru Muharam 1443 Hijriah yang lalu. Agar tahun ini lebih baik dari tahun lalu sedikit demi sedikit terjawab karena doa kita barengi dengan kerja keras bersama,” tuturnya.

Hal itu juga tak terlepas dari kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang diterapkan. Ia menyebut bahwa itu merupakan instrumen yang penting.

Diterapkannya PPKM di seluruh daerah mulai level 1 sampai 4, pengendalian mobilitas sudah baik. Begitu juga dengan aktivitas masyakarat yang terkendali.

“Sesuai arahan Menkomarvest (Luhut Binsar Pandjaitan) telah menjelaskan selama Covid-19 ini masih menjadi pandemi PPKM ini akan tetap digunakan sebagai instrumen untuk mengendalikan mobilitas dan aktivitas masyarakat,” tambah Reisa.

Reisa menambahkan bahwa pemerintah saat ini mengedepankan keseimbangan antara aspek kesehatan dengan ekonomi. Itu dalam pembukaan kembali mobilitas dan aktivitas masyarakat.

“Sesuai pesan Koordinator PPKM Jawa-Bali Menkomarvest bahwa pemerintah selalu mengedepankan keseimbangan antara aspek kesehatan dengan ekonomi pembukaan kembali mobilitas dan aktivitas masyarakat harus dilakukan secara gradual seiring dengan peningkatan cakupan vaksinasi dan kepatuhan terhadap protokol kesehatan dan kecepatan 3T sehingga tidak menimbulkan penyebaran Covid-19 secara signifikan,” tukasnya.(*)