Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan 'Danny' Pomanto saat meninjau RTH Perumda Air Minum Kota Makassar, Senin (09/08/2021)

Tes Swab Acak di Batas Makassar, Banyak Warga Luar Kota Positif Covid-19

Kamis, 19 Agustus 2021 | 14:03 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Kasus baru warga tertular Covid 19 sebagian berasal dari luar Makassar. Temuan tersebut berdasarkan hasil swab test acak di sejumlah titik perbatasan kota.

Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto menyebut sudah ada 750 orang yang terjaring. Itu berdasarkan data terakhir yang dilaporkan.

Dari jumlah itu, 22 orang diantaranya terkonfirmasi positif Covid-19 dari hasil swab antigen. Sebagian merupakan penduduk luar kota setempat.

“Persoalannya kemarin waktu tiga hari ada 750 sekian. 22 yang positif, tapi setengahnya itu dari luar kota. Itupun 350 dari luar kota semua,” ujarnya, Kamis (19/08/2021).

Danny menanggapi data penularan yang mengalami lonjakan. Sampai menyentuh seribu kasus dalam sepekan.

“Jadi memang benar apa yang sebelumnya yang saya sampaikan bahwa di makassar ini kontribusi teman-teman dari luar kota itu besar sekali,” jelas Danny.

Ia juga menyinggung kontribusi besar mereka yang tertular dan melakukan perjalanan. Olehnya itu, Makassar dianggap aman dari virus Covid-19.

“Kita temukan dari pelaku perjalanan yang mau melakukan perjalanan hingga mereka melakukan rapid test antigen. Dari hasil rapid test hasilnya positif Covid-19,” sambungnya.

“Prinsip utamanya di makassar itu aman-aman saja. Cuman karena ada klaster perjalanan jadi klaster makassar,” ucap Danny.

Danny mengaku terkendala wewenang jika menemukan kasus covid dari luar Makassar. Penanganan yang bersangkutan sebatas memberikan rekomendasi ke fasilitas kesehatan asal daerahnya.

Khusus warga Makassar, telah disiapkan kapal KM Umsini sebagai tempat isolasi pasien covid 19. Mereka yang dirawat merupakan pasien bergejala ringan.

“Tidak. Yang itu direkomendasi ke rumah sakit misalnya kalau ada di Maros, di Maros. Di Gowa, di Gowa. Di pangkep, di pangkep. Ada di Bone ada juga di Luwu. Tapi khusus makassar itu masuk,” tutup Danny. (*)


BACA JUGA