Mal Ratu Indah

Mau Masuk Mal di Makassar, Pengunjung Wajib Punya Aplikasi Peduli Lindungi

Selasa, 24 Agustus 2021 | 17:32 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Pusat perbelanjaan atau mal di Makassar bersiap kembali beroperasi. Menyusul pemerintah memberikan izin setelah dilakukan relaksasi aturan dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4.

Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DPD Sulsel dan Barat, Ricky Theodores menyambut baik keputusan tersebut. Seperti disampaikan saat hadir dalam rapat koordinasi di Ruang Rapat Sipakatau Balai Kota Makassar, Senin (23/8/2021).

“Senang sekali tadi mendengar (mal dibolehkan kembali buka) pak wali. Ini kami kangen sekali membuka mal karena sudah kangen sekali. Kami sangat mengerti karena ini kondisi secara internasional,” ujarnya.

Ia mengatakan beberapa mal mulai bersiap mewajibkan penunjukan sertifikat vaksin kepada setiap pengunjung. Langkah itu merupakan inisiatifnya sebagai bentuk komitmen untuk terus selalu meningkatkan protokol kesehatan.

“Kami laporkan 2 minggu terakhir terus lakukan komunikasi dengan intens dengan pusat. Kami lihat kota yang dijadikan percontohan daerah yang buka duluan mallnya seperti jakarta. Jadi kami rencananya juga seperti itu,” jelasnya.

Chief Operation Officer Kalla Inti Karsa ini membawahi mal NIPAH dan MaRI menjelaskan teknisnya. Pengunjung harus sudah mengunduh aplikasi PeduliLindungi.

Melalui aplikasi tersebut, pengelola mal akan menyediakan barcode. Itu untuk bisa di scan para pengunjung di setiap pintu masuk mal.

“Saat ini mal menjalankan prokes seperti pengecekan suhu tubuh, penjagaan jarak dan lainnya. Satu lagi yang ditambah adalah penggunaan aplikasi Peduli Lindungi untuk mengecek sertifikat vaksin,” tambahnya.

Selain itu, bisa dimanfaatkan untuk menghitung jumlah pengunjung mal. Sehingga, bisa sesuai kebijakan pemerintah yaitu kapasitas maksimal 25 persen.

“Jadi bisa dicek langsung sertifikat itu valid atau tidak. Di aplikasi yang sama juga bisa mengecek berapa jumlah pengunjung dan karyawan,” ucapnya.

“Kita minta arahan apakah prosedur ini diterapkan juga di Makassar. Sebagai usulan saat dibuka (mal),” sambungnya.

Pengelola juga berencana membuka sentra vaksinasi Covid-19 di mal. Tujuannya untuk membantu pemerintah dalam program percepatan vaksinasi. Dengan demikian, herd immunity atau kekebakan kelompok bisa segera tercapai.

“Kita sambungkan setra vaksinasi di mal, sehingga nanti yang belum divaksin bisa divaksin di tempat, ini juga mempercepat vaksinasi,” tutupnya.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto mendukung penuh usulan dari pihak pengelola mal tersebut. “Kami dari Pemkot menerima, bahwa masuk mall itu menunjukkan kartu vaksin, ini atas inisiasi mallnya lewat program peduli lindungi,” katanya.

Danny mengatakan meski belum mengantongi surat edaran baru dari pemerintah pusat. Tapi sudah ada sinyal jika pusat perbelanjaan bisa kembali beroperasi.

Olehnya, ia meminta adanya kolaborasi yang baik. Pihak pengusaha diminta untuk peduli dan bersama-sama memerangi virus Covid-19 di Makassar.

“Kuncinya kembali ke kita. Jika patuh maka akan kembali normal, dan untuk saat ini sinyal dibukanya pusat perbelanjaan maupun mall sudah ada, hanya saja dengan taksiran 25% dari kapasitas maksimal pengunjung,” jelasnya

Danny menerangkan, pusat perbelanjaan/mall harus mampu menjaga mobilitas pengunjung. Maka itu sama halnya membantu pemerintah.

“Kita semua tentu sudah rindu mall, pengusaha tentu juga rindu berjualan. Makanya mobilitas keluar masuk pengunjung harus patuh prokes. Jika ada yang teledor, bukan pengunjungnya yang kena sanksi tapi pihak pengelolanya,” terangnya.

Terakhir, ia pun mengingatkan jika pihak pengusaha mampu bekerja sama dengan baik maka PBB usahanya akan diringankan. “Saya akan berikan penghargaan bagi pelaku usaha yang telah memastikan semua karyawannya termasuk tenant di dalamnya telah di vaksin,” tutupnya. (*)


BACA JUGA