PT Vale Indonesia bersama DLH Lutim dan Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Sulsel dan Maluku melakukan kampanye Pengelolaan Sampah dan aksi bersih danau di Dermaga Sorowako, Danau Matano, Lutim, Kamis (26/08/2021)/Ist

PT Vale Indonesia Kampanyekan Pengelolaan Sampah di Danau Matano

Jumat, 27 Agustus 2021 | 12:08 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

LUWU TIMUR, GOSULSEL.COM – PT Vale Indonesia Tbk berupaya menjaga lingkungan terkhusus di Kabupaten Luwu Timur (Lutim). Kolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Sulsel dan Maluku kini dilakukan.

Ketiganya pun melakukan kampanye Pengelolaan Sampah dan aksi bersih danau. Berlokasi di Dermaga Sorowako, Danau Matano, Malili, Lutim, Kamis (26/08/2021).

Kick off program kampanye pengelolaan sampah tersebut dihadiri sejumlah stakeholder. Seperti Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Sulsel dan Maluku, Darhamsyah, Kepala DLH Lutim, Andi Tabbacina. Juga Direktur External Relations and Corporate Affair, Endra Kusuma dan Direktur Environment and Permit Management PT Vale, Muh Adli Lubis.

Kepala DLH Lutim, Andi Tabbacina mengapresiasi peran serta PT Vale dalam menjaga lingkungan. Yakni dengan berkontribusi pada program kampanye pengelolaan sampah di Danau Matano.

Dikatakannya, Danau Matano menjadi Kawasan Pelestarian Alam yang sangat potensial untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata di Sulsel.

“Namun, danau kebanggaan kita ini sedang sakit, karena dalam masalah mulai dari kerusakan Daerah Tangkapan Air (DTA), Kerusakan Sempadan Danau, Kerusakan Perairan Danau, serta Resiko Bencana,” katanya.

Khusus kerusakan Sempadan Danau, contoh yang nyata, sebutnya, dilihat pada dermaga dan di kolong rumah warga di Tepi Danau Matano. Disamping memberikan dampak negatif terhadap kehidupan biota air dan kesehatan manusia, juga mengurangi estetika lingkungan.

“Itulah sebabnya mengapa kami merekomendasikan lokasi ini sebagai tempat pelaksanaan kampanye, untuk kembali mencari dan mencuri perhatian kita semua, bahwa karena ada Pekerjaan Rumah (PR) yang sangat besar disini. Belum juga dapat diatasi selama belasan tahun,” sambungnya.

Ia juga menjelaskan jika terkait pengerukan menggunakan alat berat, merupakan ini kali kedua. Sebelumnya pun telah bekerjasama dengan PT Vale Indonesia.

“Tahun 2018 sudah kita lakukan bekerja sama dengan PT Vale Indonesia Tbk dan BBKSDA, namun tidak juga memberikan hasil maksimal. Mengingat sebagian besar sampah bertumpuk di bawah kolong rumah warga,”jelasnya.

Di samping peralatan sulit menjangkau lokasi tersebut, juga bisa mengakibatkan rubuhnya rumah. Ia menilai harusnya penyelesaian dimulai dari hilir. Selanjutnya, mempertahankan kebersihan, keindahan, dan kebeningannya dengan memaintain di hulu.

“Ada tiga kontributor sampah di dermaga ini yakni, sampah rumah tangga warga sekitar dermaga sorowako, sampah pasar maupun usaha lain (melalui drainase yang bermuara ke dermaga), serta sampah pengguna transportasi air maupun sampah kiriman dari desa sekitar,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur External Relations and Corporate Affair, Endra Kusuma menuturkan, PT Vale senantiasa mendukung upaya dalam peningkatan kualitas lingkungan di wilayah operasi PT Vale. Dan di seluruh Lutim.

Ia memaparkan, diperlukan kolaborasi bersama dalam menyelesaikan masalah sampah yang ada khususnya di sekitar danau Matano. Sesuai Perpres RI nomor 60 tahun 2021 tentang Penyelematan Danau Prioritas Nasional, Danau Matano masuk salah satu dari 15 danau prioritas yang perlu dijaga dan diselamatkan.

“Perlu koordinasi, sinergi dalam menyusun perencanaan dan menindaklanjuti upaya penyelamatan danau serta peningkatan kualitas lingkungan khususnya di pesisir danau Matano. Ada nilai perusahaan yang terus kami jalankan dan kembangkan, ‘Respect Our Planet and Communities’,”paparnya.

PT Vale sangat peduli dan mendukung upaya pelestarian lingkungan, serta senatiasa menghormati masyarakat. Juga berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga dan meningkatkan kualitas lingkungan.

Hasil kegiatan kampanye pengelolaan sampah di Danau Matano berhasil mengumpulkan puluhan ton sampah basah. Sampah tersebut kemudian diangkut menggunakan escavator dan truk pengangkut sampah yang disiapkan oleh PT Vale Indonesia Tbk. Sampah yang berhasil dikeruk dari dermaga Sorowako pinggir Danau Matano mencapai kurang lebih 27 ton, terdiri sampah plastik, limbah kayu dan endapan lumpur yang tertumpuk dilokasi tersebut selama 3 tahun.

Selanjutnya sampah dibawah ke Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Inalahi milik PT Vale Indonesia Tbk. Dilanjutkan dengan peninjauan ke Bank Sampah di Desa Magani kolaborasi Pemda dan pihak swasta. (*)


BACA JUGA