Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan 'Danny' Pomanto/Ist

Wali Kota Makassar Kesal: Anggaran Belanja Pegawai Boros, Kinerja Buruk

Kamis, 02 September 2021 | 13:33 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto menemukan pemborosan anggaran belanja pegawai. Nilainya mencapai Rp320 Miliar.

“Saya baru ngerti ini barang-barang, belanja pegawai terlalu besar,” kata Danny, Kamis (02/09/2021).

Untuk itu, ia mengatakan akan melakukan penghematan anggaran belanja pegawai. Ada beberapa hal yang bakal ditiadakan.

Danny bilang, pada periode pertama menjabat, dirinya mengantarkan Makassar sebagai kota terbaik dalam pembangunan daerah. Makassar saat itu meraih 181 penghargaan.

“Contoh dulu waktu kita No 1 di Indonesia kita belanja pegawai hanya 270 milliar. Kita juara satu, kinerja baik penuh penghargaan,” beber Danny.

Setelah periode pertamanya habis, Makassar lantas dipimpin 3 Pj Wali Kota. Setelah itu Danny kembali terpilih untuk periode kedua.

Pada masa itu, Danny mengatakan ada peningkatan anggaran belanja pegawai dari Rp270 miliar menjadi Rp320 miliar. Namun, kinerjanya buruk.

“Begitu dikasi naik waktu Iqbal Suhaeb langsung Rp320 Miliar, tidak WTP, kinerja rendah, padahal anggaran pegawai naik,” ucap Danny.

Ia mengatakan akan mengatur kembali regulasi tersebut. Menurutnya, perubahan tersebut meski kecil namun memiliki dampak. Danny mengatakan tak ada gunanya honor tinggi bila kinerja pejabat rendah.

“TPP tinggi tinggi baru kinerja rendah, tidak ada gunanya. Tidak ada penghargaan, masyarakat tidak puas. Padahal TPP sudah 2 kali lipat,” jelasnya.

Ia mengatakan telah melakukan pemetaan dan pengawasan melalui dasbor. Danny mengatakan Makassar akan hancur bila hal ini dibiarkan.

“Terlalu banyak yang tidak kerja tapi tetap dapat gaji tambahan tunjangan. Kan kalau tidak kerja tidak dapat mestinya,” paparnya.

Danny mengatakan telah mengkritisi Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) yang berbasis pada kinerja. Tapi kenyataannya, mereka yang tak bekerja ikut juga mendapat tunjangan.

“Kenapa sama semua gajinya, orang yang tidur-tidur di rumahnya dengan yang kerja sama-sama dapat TPP. Saya bilang ini tidak boleh,” tutup Danny. (*)


BACA JUGA