Sartika Diman (jilbab hitam) bersama Plt Kepala Satpol PP Kota Makassar, Iqbal Asnan (tengah) saat memberikan keterangan, Jumat (03/09/2021)

Pelanggaran Prokes Selebgram di Acara Ultah, Satpol PP Minta Tamu Undangan di-Swab

Sabtu, 04 September 2021 | 13:47 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Selebgram sekaligus owner skincare Sartika Diman, yakni Sartika Diman akhirnya memenuhi panggilan Satpol PP Makassar pada Jumat (03/09/2021). Ia dipanggil karena melanggar protokol kesehatan (prokes).

Plt Kepala Satpol PP Kota Makassar, Iqbal Asnan mengatakan pemeriksaan yang telah dilakukan saat ini berjalan lancar. Dua pihak yang diperiksa, yakni pemilik tempat dan yang menyelenggarakan dalam hal ini Sartika.

“Mungkin kita akan memanggil pihak lain terkait pihak itu termasuk saksi-saksi dari Satgas Raika Kecamatan Tamalate. Kita minta keterangannya,” jelasnya.

Iqbal menjelaskan semua telah diminta klarifikasinya. Baik tentang berapa jumlah peserta, bagaimana proses awalnya, bentuk acaranya dan potensi-potensi penyebaran atau terbentuknya klaster.

Lanjut kata dia, pada prinsipnya semua berjalan dengan baik. Itu sesuai dengan ketentuan yang ada.

“Sehingga kita akan fokus ke bagaimana menjaga yang sehat dan merawat yang sakit,” ungkap Iqbal.

Terlebih, kata dia, informasi terakhir ada salah satu peserta kegiatan yang terkonfirmasi positif. Ia pun meminta agar peserta yang hadir dapat memeriksakan dirinya di puskesmas ataupun di rumah sakit.

Apabila ada kesulitan, dikatakan Iqbal, maka pihaknya akan meminta kerjasama dengan Covid Hunter. Dan melakukan swab di tempat.

“Peserta dari kegiatan tersebut segera mungkin memeriksa kan diri ke puskesmas atau rumah sakit supaya kalaupun mereka terkonfirmasi positif, mereka bisa mendapat pelayanan kesehatan yang memadai,” ujarnya.

Khusus Event Organizer (EO) kata dia, sementara dilakukan koordinasi. Tidak menutup kemungkinan juga akan dipanggil.

Terkait beredarnya kabar adanya kelanjutan kegiatan di Hotel Rinra, kata dia, tidak terlaksana. Adapun dengan segala pertimbangan yang diberikan bahwa ini berpotensi jadi klaster.(*)