Tingkatkan Permukiman Kawasan DAS Jeneberang, BPPW Siapkan Rp20,8 Miliar

Selasa, 07 September 2021 | 13:22 Wita - Editor: Dilla Bahar -

GOWA, GOSULSEL.COM–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa menyambut baik program peningkatan kualitas permukiman kumuh kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Jeneberang di wilayah Kelurahan Tompobalang, Kecamatan Somba Opu oleh Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sulawesi Selatan.

Hal ini disampaikan Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan saat menerima kunjungan Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sulawesi Selatan di rumah jabatannya, Senin (6/9/2021).

Bahkan orang nomor satu di Gowa ini siap mendukung program tersebut. Bahkan dirinya berharap peningkatan kualitas permukiman kumuh di wilayah kawasan DAS Jeneberang ini bisa selesai pada Maret 2022 mendatang.

“Saya berharap setelah ini ada pertemuan lanjutannya untuk memaparkan ulang program ini. Agar kita sampaikan apa yang bisa pemerintah dukung dan kolaborasikan,” harap Adnan.

Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Wilayah Sulawesi Selatan, Abdul Malik menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kabupaten Gowa. Dirinya juga berharap program ini bisa cepat selesai sesuai dengan target dan harapan Bapak Bupati Gowa.

“Kita sudah sampaikan kepada pihak pelaksana supaya bisa melakukan percepatan. Kalau bisa sebelum tanggal 9 Maret 2022 mendatang sudah selesai,” ujarnya.

Berdasarkan perencanaan empat kegiatan mayor dalam program ini, yaitu pekerjaan jalan beton itu sepanjang 2 km, kemudian pekerjaan drainase 2,2 km, pekerjaan pedestarian sepanjang 524 m dan pekerjaan ruang terbuka hijau yaitu 1,14 hektar dengan pagu anggaran Rp20,8 miliar.

“Hari ini kita melakukan peninjauan di lapangan. Jadi kita mengidentifikasi awal pekerjaan dan kita targetkan selesai Maret 2022,” tambahnya

Turut mendampingi Bupati Gowa, Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Kabupaten Gowa, Abdullah Sirajuddin, Lurah Tompobalang Kecamatan Somba Opu, Rivan Maulana, Koordinator Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), Nurliah Ruma dan Koordinator Forum Komunitas Masyarakat Peduli Sumber Daya Air Sulsel, Kaharuddin Muji. (*)


BACA JUGA