Serda Murdani (kiri) Babinsa Gantarang yang ikut menyelamatkan AP dari tindakan kekerasan oleh orangtuanya

Cerita Babinsa Gantarang Selamatkan Anak di Bawah Umur Saat Dianiaya Orang Tua

Kamis, 09 September 2021 | 20:07 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Endra Sahar - Gosulsel.com

GOWA, GOSULSEL.COM — Babinsa Kelurahan Gantarang, Serda Murdani menceritakan saat dia bersama anggota TNI bernama Praka Firmansyah dan warga menyelamatkan AP (6), anak di bawah umur yang dianiaya oleh orang tua bersama kakek dan pamannya.

Peristiwa penganiayaan itu terjadi di Lingkungan Lembang Panai, Kelurahan Gantarang, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Rabu (1/9/2021) sekira pukul 13.00 Wita.

Serda Murdani menuturkan, saat itu
dirinya sementara duduk-duduk di rumah kepala lingkungan Lembang Panai setelah habis melayat kakak korban AP berinisial D.

Beberapa jam kemudian lanjut Murdani, datang keluarga korban bernama Bayu melaporkan bahwa terdengar suara jeritan atau tangisan dari adik almarhum D berinisial AP.

“Setelah itu kami ambil tindakan dengan langsung dibonceng saudara Bayu ke TKP saya langsung masuk rumah kebetulan juga Pak lingkungan ngikut di belakang,” terangnya, Kamis (9/9/2021).

Di dalam rumah tersebut, tampak ibu, ayah, kakek dan paman korban AP melakukan aksi kekerasan dengan peran berbeda.

Kakek dan paman memegang tangan dan kaki. Sementara bapak memegang kepala korban dan ibunya terlihat ingin mencongkel mata anaknya menggunakan jari tangan.

Pada saat itu, Serda Murdani langsung menarik bapak AP yang sementara memegang kepala anaknya itu. Praka Firmansyah pun ikut memegang bapak AP.

“Saya juga tarik ibu AP untuk menghadirkan korban dari tindak kekerasan yang dilakukan. Sempat orang tuanya melawan dan hendak memukul. Tapi saya dorong pundaknya hingga terjatuh,” bebernya.

Setelah kejadian itu Serda Murdani pun keluar dari dalam rumah. Korban kemudian diambil oleh kepala lingkungan, namun sempat ditahan oleh kakek korban.

“Pas saya lihat, saya langsung masuk kembali ke dalam rumah dan mengambil korban. Saya bawa lari sekitar 20 meter dari lokasi rumah korban,” katanya.

“Kondisi anak saat itu dalam keadaan pingsan dan sudah berlumuran darah. Saya kemudian memerintahkan Firmansyah dan Jupri agar korban langsung dibawa ke Puskesmas Tinggimoncong,” sambungnya.

“Orang tua korban sempat bertanya anaknya mau dibawa kemana. Bapak korban bilang kalau ada apa-apa nya anakku kalian tanggung jawab,” kata Serda Murdani.

Jarak dari rumah korban ke Puskesmas Tinggimoncong kurang lebih 10 Km. Korban dilarikan menggunakan sepada motor.

Sebelum dibawa ke puskesmas, korban sempat dibawa ke Klinik Secata untuk mendapatkan penanganan pertama.

“Saat di klinik, kakek dan paman korban juga datang. Sempat saya suruh keluar dari klinik karena takut mereka akan melakukan kekerasan kepada korban,” kata Serda Murdani.

Kasus kekerasan terhadap anak di bawah umur di Kabupaten Gowa ini menyita perhatian publik hingga saat ini. Sedikitnya ada empat orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka adalah orang tua, kakek dan paman korban AP.(*)