Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan 'Danny' Pomanto/Ist

Danny Pomanto Bingung, Ada Kendaraan Dinas Rusak Masih Dapat Jatah Bensin

Rabu, 15 September 2021 | 12:21 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto menemukan pemborosan anggaran pada pengoperasian kendaraan dinas (Randis). Ia pun mengaku heran lantaran mobil yang rusak sekali pun mendapat jatah bensin 10 liter per hari.

Saat ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar memiliki lebih dari 6.000 randis yang tersebar di 51 Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Namun, banyak di antaranya sudah masuk dalam kategori rusak atau tak bisa digunakan.

“Seluruh mobil yang ada di Kota Makassar termasuk mobil rusak yang sudah tidak ada tetap diisi bensin. Bagaimana caranya?,” ungkap Danny, Rabu (15/09/2021).

Seharusnya, kata Danny, mobil randis yang hanya beroperasi mendapat biaya operasional pengisian bahan bakar. Namun, kenyataannya kendaraan yang tak beroperasi pun tetap mendapat jatah bensin.

“Masa mobil tidak bisa jalan tetap bisa isi bensin?,” tanya Danny.

Selain uang bensin, Danny menyebut biaya pemeliharaan randis tak lagi ditanggung pemerintah kota. Ia berharap pejabat yang memakai mobil dinas itu melakukan perbaikan sendiri.

“Tdak ada biaya maintenance, ya selama ini maintenance yang pakai dong, masa pejabat pakai dia tidak maintenance,” ucap Danny.

“Jadi saya potong tidak ada biaya maintenance lagi, kalau dia tidak mau maintenance kasi kembali itu mobil dinas. Bensinnya tetap ditanggung,” sambungnya kemudian.

Terakhir, Danny menyebut dalam sehari, total uang bensin seluruh randis mencapai Rp9 Miliar per hari. “Misalnya bensin, satu hari pemkot tidak bergerak (kendaraan dinasnya) Rp9 Miliar kita untung,” tutupnya. (*)


BACA JUGA