Sekolah Islam Athirah Bukit Baruga menghadirkan kampung binaan di TPA Tamangapa. Peresmian berlangsung pada Rabu (22/09/2021)/Ist

Dukung Pendidikan Informal, Sekolah Islam Athirah Baruga Hadirkan Kampung Binaan di TPA

Rabu, 22 September 2021 | 21:52 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Sekolah Islam Athirah Bukit Baruga menghadirkan kampung binaan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa. Peresmian berlangsung pada Rabu (22/09/2021).

Kampung binaan itu merupakan bentuk dukungan Sekolah Islam Athirah terhadap pendidikan informal. Di tempat itu, puluhan anak pemulung pun dibina.

Ketua Panitia, Ustadz Wahyudin Agustia memandang perlu anak pemulung untuk mendapat pembinaan di luar sekolah. Terkhusus bagi mereka yang masih melek membaca dan menghitung.

“Adapun program yang akan dilakukan di tempat ini, pembelajaran Tahfidzul dan mengajarkan Al-Qur’an dan menghafalkan, pembelajaran menulis dan membaca, menghitung,” jelasnya.

Di TPA, sebenarnya sudah memiliki taman baca. Namun, disampaikan Wahyudin, pihaknya turut membantu melakukan pembenahan. Sejumlah fasilitas pendukung pun ditambah.

“Apa yang sudah kami lakukan adalah perbaikan fasilitas, yang pertama tembok, tripleks, dan beberapa fasilitas tambahan, seperti kipas, pasti akan diperbaiki secara bertahap,” sambungnya.

Sementara itu, Wakil Direktur Sekolah Athirah Wilayah Bukit Baruga, Patris Hasanuddin menyebut kampung binaan itu merupakan salah satu upaya pihaknya memajukan dunia pendidikan. Ia mematikan kegiatan tersebut akan terus digelar.

“Berangkat dari saling membantu. Kegiatan ini memang yang kita lakukan, kegiatan sosial ini sudah beberapa waktu. Sifatnya ini melihat kampung mana yang membutuhkan,” ucap Patris.

Terakhir, Ketua Taman Baca TPA Tamangapa, Nahariah mengaku bersyukur bisa dibantu oleh pihak Sekolah Islam Athirah Baruga. Ia berharap bantuan terus mengalir dari pihak lain.

“Alhamdulillah kami selama ini bisa didukung oleh beberapa pihak. Jadi kami harap bantuan seperti ini terus datang,” harap Nahariah.(*)