Peluncuran SSMQC di Kantor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sulbagsel, Jalan Satando, Selasa (20/09/2021)/Ist

Melalui Sistem SSmQC, Bea Cukai Sulbagsel Maksimalkan Pelayanan Logistik

Minggu, 26 September 2021 | 22:35 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Dalam menjaga pertumbuhan ekonomi, aktivitas ekspor dan impor punya peran krusial. Inovasi layanan dibutuhkan untuk memberikan kemudahan kepada para pengguna jasa agar proses ekspor dan impor berlangsung efisien dan optimal, baik dari segi biaya maupun waktu.

Salah satu inovasi yang digagas adalah Single Submission Joint Inspection Customs and Quarantine (SSmQC). Ini sebuah sistem untuk menyederhanakan proses pemeriksaan barang secara penuh oleh instansi berwenang di pelabuhan.

SSmQc merupakan wujud sinergi antar lembaga. Tujuannya, meningkatkan efisiensi ekosistem logistik nasional yang pada akhirnya berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi.

Disampaikan Kepala Kantor Bea dan Cukai Makassar, Andhi Pramono, sistem ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja logistik nasional, memperbaiki iklim investasi dan meningkatkan daya saing perekonomian.

“Jadi proses pemeriksaan barang, kepabeanan dan karantina secara terpadu melalui penerapan sistem SSmQC, akan lebih mudah tidak perlu repot lagi, dijamin mudah dan murah,” katanya usai peluncuran SSmQC di Makassar, Selasa (210/9/2021).

Program SSmQC ini diresmikan secara daring oleh Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman. Disaksikan seluruh pihak yang terlibat dalam program tersebut di Kantor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sulbagsel, Jalan Satando, Kecamatan Ujung Tanah.

Ia menyebutkan peluncuran program ini tak lepas dari kerja sama beberapa instansi. Diantaranya, Balai Besar Karantina Pertanian Makassar, Balai Besar Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Makassar, Pelindo IV Makassar, Lembaga National Singel Window dan Otoritas Pelabuhan.

“Kita semua akan melakukan perbaikan di tiga area yaitu area single submission, area joint inspection, serta area profiling dan risk management akan menghilangkan duplikasi dan repetisi,” tutup Andhi. (*)


BACA JUGA